Oleh : Sokip, SH
Tak salah kalau banyak orang menilai para wakil rakyat yang duduk di kursi empuk DPRD banyak yang tuli dengan penderitaan rakyat. Bagaimana tidak, disaat rakyat dipusingkan dengan tingkat kemiskinan yang terus meningkat, dan ancaman PHK massal yang ada di depan mata akibat krisis global, ternyata apa yang dilakukan para wakil rakyat ini malah menghamburkan uang rakyat.
Semua ini bisa dilihat dari niat 100 anggota DPRD Jatim untuk mendapatkan jatah seragam dinas. Tak tanggung-tanggung, para anggota dewan yang terhormat itu mengalokasikan pengadaan jatah seragam dinas baru dalam APBD 2009 sebesar Rp 4,2 miliar. Jumlah yang cukup membuat kita geleng-geleng kepala, untuk sebuah urusan seragam yang setiap tahunnya selalu ganti baru.
Yang lebih mengejutkan lagi, anggaran yang diajukan itu ternyata naik mencapai 300 persen, karena APBD 2008 mengalokasikan Rp 1,51 miliar. Dengan peningkatan yang luar biasa itu, menunjukkan kalau mereka benar-benar tak paham dengan penderitaan yang dialami rakyat.
Dalam kondisi seperti ini, seharusnya para wakil rakyat itu justru lebih konsentrasi memikirkan nasib rakyat yang telah mengusung mereka duduk di kursi dewan. Apalagi, menjelang pemilihan legislatif (pileg) 2009 nanti, para politisi itu akan membutuhkan uluran tangan konstituen, supaya bisa mengantar mereka kembali duduk di gedung megah yang berlokasi di Jl Indrapura itu.
Jangan sampai, rakyat yang saat ini sudah mulai berani teriak saat dikibuli, hanya menjadi alat bagi mereka untuk duduk di kursi empuk dewan. Karenanya, tidak salah jika nantinya, dalam pileg 2009 yang hanya kurang dari 3 bulan ini, rakyat sudah apatis dengan para wakilnya yang hanya lihai mengeruk uang rakyat.
Dan tidak salah pula, kalau rakyat yang saat ini mulai cerdas, tidak mau mengulang lagi kesalahan sebelumnya, yang telah memilih para wakil rakyat yang ternyata hanya lihai membuat anggaran besar untuk diri mereka, sementara buta untuk mendengar penderitaan rakyat.(**)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar