Kamis, 22 Januari 2009

Gubernur Rakyat

Oleh : Syahbandiah Esha

RAKYAT Jatim nyaris punya pemimpin baru. Pasangan KarSa (Soekarwo-Syaifullah Yusuf) hampir pasti mengukuhkan diri sebagai gubernur dan wakil gubernur Jatim, menyusul pelaksanaan pilgub ekstra di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang, 21 Januari kemarin. Penghitungan suara, memang masih berlangsung sampai saat ini. Hasil sementara, menunjukkan KarSa mampu mengungguli Ka-Ji di hampir semua TPS di dua wilayah coblos ulang tersebut.
Artinya, KarSa masih harus ‘bersabar’ dan ‘menahan diri’ untuk membuktikan bahwa mereka adalah ‘pemenang’ atas pilgub langsung --pertama kali di Jatim—yang amat melelahkan jiwa raga dan dana itu. Meski sejumlah lembaga survei telah menetapkan Karsa unggul, namun, KPU Jatim sebagai lembaga resmi penyelenggara pilgub Jatim, yang paling berhak mengumumkan secara resmi perolehan dalam pilgub ekstra yang menentukan gubernur dan wagub Jatim tersebut.
Hasil akhir pilgub ekstra, seyogyanya memang benar-benar menjadi putusan final atas proses panjang pencarian pemimpin Jatim ini. Rakyat Jatim, tentu sangat tak berharap munculnya lagi ketidakpuasan berbuntut gugatan pada salah satu pasangan calon, hingga memungkinkan pilgub tahap berikutnya, yang sungguh sangat tidak diinginkan. Namun, inilah demokrasi. Aturan juga memberlakukan adanya gugatan akibat pelanggaran-pelanggaran selama pilgub ekstra, dari masing-masing pihak.
Kita juga tidak tahu, apakah gugatan-gugatan yang ‘membanjir’ di meja Panwas Jatim, bakal mampu ‘mementahkan’ hasil pilgub ekstra atau sebaliknya. Yang kita tahu pasti, rakyat sudah sangat ingin memiliki pemimpin baru. Kinilah saatnya bekerja keras bagi gubernur terpilih yang secepatnya diresmikan oleh KPU Jatim melalui pengumumannya.
Sudah terlalu lama, rakyat dan kondisi Jatim tanpa kepemimpinan yang resmi dan jelas. Sudah saatnya, hadir pemimpin yang secepatnya bisa menjaidkan kehidupan dan penghidupan rakyat Jatim lebih baik dari sekarang.
Tugas dan tanggungjawab gubernur dan wagub terpilih nanti, sangat berat. Perekonomian rakyat yang semakin porak poranda akibat kehidupan yang semakin susah, tidak bisa tidak, adalah prioritas yang tidak bisa ditawar-tawar.
Sudah terlalu lama, Jatim dan rakyatnya ‘terbengkelai’ akibat urusan pilgub yang belum juga tuntas dan memakan anggaran hampir Rp 1 triliun ini. Karena itu, amat wajar apabila banyak kalangan berharap tak ada lagi pilgub lanjutan, sebagai protes ketidakpuasan pelaksanaan pilgub ekstra ini.
Sebab, saatnya kini adalah bekerja dan bekerja. Cukup sudah masyarakat Jatim ‘dipertontonkan’ aksi yang melelahkan dan menguras duit rakyat tersebut. Bagi gubernur dan wagub terpilih, yakinlah bahwa anda pemimpin pilihan rakyat. Sebab itu, tak ada alasan untuk tidak memperjuangkan keinginan, kemauan dan kepentingan rakyat. Memang tidak gampang. Apalagi Jatim adalah propinsi dengan jumlah warga yang besar dengan persoalan besar dan rumit di dalamnya. Bukankah kedudukan ‘besar’ menuntut tanggungjawab besar pula? (*)

Tidak ada komentar: