Minggu, 11 Januari 2009

Hanura Surabaya Ruwatan



Upaya untuk melestarikan kebudayaan sendiri dari gempuran budaya asing yang semakin sengit, terus dilakukan oleh mereka yang peduli. Di antaranya dengan menggelar ruwatan massal dan sedekah bumi Surabaya yang digelar di Gedung Nasional Indonesia, Jl Bubutan, Minggu (11/1).
Acara yang digelar atas kerja sama Partai Hanura Surabaya, Masprawira (Masyarakat Pecinta Wiranto) dan Sanggar Makhuto berlangsung sangat meriah. Acara ini diawali dengan arak-arakan orang membawa ancak berisi makanan yang merupakan ciri dari sedekah bumi. Setelah itu dilanjut dengan ruwatan sebanyak 250 orang, yang diantaranya ada beberapa caleg dari Partai Hanura. Setelah itu pementasan wayang kulit dengan dalang Ki Karyono yang mengisahkan tentang batara kala atau murwokolo .
Dr Ibrahim Hasyim, caleg DPR RI Dapil II dari Partai Hanura ini menyatakan sangat mendukung acara ini. Apalagi saat ini, sudah banyak masyarakat yang melupakan budayanya sendiri.
“Kami tidak ingin, bangsa Indonesia untuk memperlajari soal ruwatan atau sedekah bumi harus pergi ke Belanda. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat harus melestarikannya sejak sekarang jika tidak ingin kebudayaannya semakin tergerus,” jelasnya seraya menambahkan lewat kegiatan ini juga ia ingin masyarakat akan tahu tentang kegiatan partai pimpinan Wiranto ini.
Hal senada diungkapkan Didik, sekretaris Masprawira. Ia menambahkan, acara sedakh bumi dan ruwatan ini sebagai bentuk pelestarian budaya. Ternyata, masyarakat banyak yang berminat dalam cara tersebut. Hal ini membuktikan masih banyak pendukung kebudayaan Jawa ini. (#)

2 komentar:

pecinta_wiranto mengatakan...

MASPRAWIRA adalah kata yang salah, yang benar MASTAWIRA (MASYARAKAT CINTA WIRANTO).

pecinta_wiranto mengatakan...

MASPRAWIRA adalah kata yang salah, yang benar MASTAWIRA (MASYARAKAT CINTA WIRANTO).