<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099</id><updated>2011-07-08T05:36:27.469-07:00</updated><title type='text'>sokiphanura.com</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-8806316049864647446</id><published>2010-03-28T08:15:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T08:25:22.611-07:00</updated><title type='text'>Sepak Bola, Penuh Ambisi tanpa Prestasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sokip SH&lt;/span&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/S690URZdU6I/AAAAAAAAAJ0/HkIyiFsJGVU/s1600/sokip.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/S690URZdU6I/AAAAAAAAAJ0/HkIyiFsJGVU/s200/sokip.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453705565385348002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita semua pasti sepakat dengan harapan persepakbolaan di Indonesia bisa maju. Untuk itu, apapun harus dilakukan demi meraih prestasi. Sementara, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), sebagai induk olahraga sepak bola, rupanya masih belum mampu  mewujudkan impian besar masyarakat pecinta sepak bola di negeri ini.&lt;br /&gt; Kondisi inilah yang akhirnya membuat pemerintah ikut bertanggungjawab, hingga merasa perlu diselenggarakan Konggres Sepak Bola Nasional (KSN), yang rencananya dilaksanakan di Malang pada 30-31 Maret mendatang. &lt;br /&gt;KSN ini merupakan ide Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas keprihatinannya melihat prestasi sepak bola Indonesia. Kongres akan dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai unsur, yaitu Kementerian Pemuda dan Olah Raga, PSSI, KONI, PWI, tokoh masyarakat, pengamat olah raga dan mantan pemain Tim Nasional Indonesia. &lt;br /&gt;Sayangnya, sebagai pihak yang merasa berwenang mengelola sepakbola di Indonesia, beberapa pengurus PSSI justru kebakaran jenggot. Hingga silang pendapat pun bermunculan menjelang pelaksanaan KSN yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 3 miliar ini.&lt;br /&gt; Padahal, sejak awal sudah disampaikan pemerintah, melalui Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, jika pemerintah menghormati PSSI, sehingga KSN bukanlah intervensi pemerintah terhadap PSSI. Malarangeng berharap, ke depan tim nasional mampu menjadi jawara di Asia Tenggara yang kemudian berbicara di Asia dan puncaknya lolos ke Piala Dunia. Sungguh cita-cita yang mulia.&lt;br /&gt; Anehnya, tujuan mulia ini diartikan lain bagi segelintir orang yang merasa kedudukan dan kekuasaannya terancam. Mereka yang selama ini ‘hidup’ dari menghalalkan suap, sebagai salah satu syarat non teknis memenangkan pertandingan, terancam tamat. Belum lagi, pihak-pihak yang selama ini berkuasa dan seenaknya mengeruk keuntungan dari sepak bola, pasti merasa ketar-ketir.&lt;br /&gt; Anehnya lagi, segelintir orang yang selama ini ‘hidup’ dari sepakbola bukannya memikirkan bagaimana sepakbola ke depan berprestasi, tetapi malah menuding ada upaya pemerintah melakukan ‘kudeta’. Benar-benar ketakutan yang berlebihan (paranoid,red).&lt;br /&gt; Anehnya lagi, belum sempat KSN digelar, tiba-tiba muncul even serupa, yaitu Rembuk Sepak Bola Nasional (RSN) yang dilaksanakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, di Hotel Shangrila pada 27-28 Maret ini. Kegiatan yang diketuai Wakil Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim ini bisa dibilang sebagai kegiatan ‘tandingan’ KSN, walau pihaknya mengelak. Benar-benar memprihatinkan, ini bukti kalau antara PWI pusat dengan PWI Jawa Timur tak singkron. Jangan-jangan, karena ini pula, di tubuh kepengurusan PWI Jawa Timur juga pecah?&lt;br /&gt; Sejumlah tokoh diundang dalam RSN tersebut, diantaranya Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, wartawan senior Suryopratomo, budayawan Emha Ainun Nadjib, serta dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr Imam Syafi’i. Jika melihat adanya rencana Ketua Umum PSSI Nurdin Halid datang, siapapun akan menilai kalau RSN adalah ‘tandingan’ KSN.&lt;br /&gt; Patut disayangkan kalau akhirnya sesama anak bangsa yang cinta sepak bola ini harus ‘gegeran’. Padahal, mereka sepakat dengan kondisi prestasi sepak bola yang saat ini jeblok, dan harus dibangkitkan. Kalaupun mereka merasa sama-sama ingin mem-prestasi-kan sepak bola, kenapa harus menyelenggarakan rembuk, konggres, atau apapun istilahnya. Lebih baik, duduk bersama, tanpa harus menuding pihak-pihak yang bersalah.&lt;br /&gt; Kondisi seperti ini jangan sampai justru memunculkan (walau sembunyi-sembunyi), pihak-pihak yang berambisi, ingin mengambil keuntungan. Dengan dalih ini dan itu, mendapatkan gerojokan dana besar, lalu membuat panas suasana. Sudah saatnyalah, sebagai anak bangsa yang cinta sepak bola menggunakan akal sehat dan hati nurani, untuk mengambil sikap. &lt;br /&gt; Jangan malah berdalih ingin memberikan masukan untuk sepak bola berprestasi, ujung-ujungnya malah penuh ambisi, untuk mempertahankan kekuasaan ataupun kepentingan pribadi, yang ujung-ujungnya untuk mendapatkan sesuatu. Rakyat Indonesia sudah muak dengan janji-janji selama ini. Sudah saatnya sepak bola bangkit di negeri yang kita cintai ini! Salam olah raga!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-8806316049864647446?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/8806316049864647446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=8806316049864647446' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/8806316049864647446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/8806316049864647446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2010/03/sepak-bola-penuh-ambisi-tanpa-prestasi.html' title='Sepak Bola, Penuh Ambisi tanpa Prestasi'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/S690URZdU6I/AAAAAAAAAJ0/HkIyiFsJGVU/s72-c/sokip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-2747984358139627057</id><published>2009-03-26T09:03:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T09:16:45.878-07:00</updated><title type='text'>Rangkul Yaskum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/Scup6_yeTKI/AAAAAAAAAJk/IdE3Egjb0WQ/s1600-h/Dossy+Iskandar+berbaju+putih+-oke.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 136px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/Scup6_yeTKI/AAAAAAAAAJk/IdE3Egjb0WQ/s200/Dossy+Iskandar+berbaju+putih+-oke.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317530616061643938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menghitung kekuatan pemilihan legislatif (pileg) 9 April mendatang Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) terus melakukan penataan dan pembenahan jaringan dukungan di semua organisasi kemasyarakatan. Salah satunya dengan memperkuat dukungan bersama lembaga spiritual, Yayasan Kencana Umat Madani (Yaskum) Jatim.&lt;br /&gt;Ketua DPD Hanura Jatim Dossy Iskandar menegaskan upaya saling mendukung ini karena keberadaan Partai Hanura diawali dari dukungan kelembagaan Yaskum. Bahkan hubungan emosional antara kader partai yang didirikan mantan Pangab Jenderal (Purn) Wiranto, SH tersebut sangat kental jajaran organisasi keagamaan ini. &lt;br /&gt;“Hubungan emosinal kita sangat dekat, karena kekuatan memberikan dukungan untuk penataan Partai Hanura bukan hanya berlandaskan kekuasaan. Namun penataan hati nurani rakyat yang memilik peranan penting, sangat besar dilakukan Yaskum,” terang Dossy Iskandar saat melakukan pertemuan dengan 600 pimpinan dan pengurus Yaskum cabang Surabaya dan Sidoarjo di Kantor DPD Partai Hanura Jatim, Kamis (26/3) siang.&lt;br /&gt;Lanjut Dossy yang juga anggota kehormatan Yaskum Jatim, kekuatan lembaga atau organisasi keagamanan ini karena ada kesamaan misi kemanusiaan, yakni terkait penyadaran proses perbaikan perilaku masyarakat Indonesia. Jadi kebutuhan Hanura bukan saja sebagai partai politik, namun lebih jauh itu untuk penataan mental spiritual rakyat Indonesia. “Untuk Jawa Timur saja, penggerak Yaskum mencapai 50 ribu anggota. Peran Yaskum ikut mensosialisasikan kekuatan Hanura dengan dilakukan roadshow per dapil,” terang  caleg DPR RI nomer 1 dapil 1 (Surabaya-Sidoarjo). &lt;br /&gt;Sementara, Ketua Umum Yaskum Jatim Erros Suroso dan Abi Sabardjat Ketua Dewan Pembina Mental Spiritual Yaskum  menegaskan adanya kesamaan cita-cita dalam misi mental spiritual untuk kesejahteraan bangsa, membuat kedua lembaga ini terus menjali koordinasi.”Ada kesamaan cita-cita dalam misi mental spiritual daripada kesejahteraan bangsa,” terang Abi Sabardjat. &lt;br /&gt;Lebih jauh, upaya dukung mendukung nantinya dilakukan setelah adanya instruksi dari jajaran pengurus Yaskum Pusat. “Jika instruksi dilakukan dari Yaskum Pusat, sudah pasti jajaran anggota di bawah akan bergerak ikut mengamankan jaringan. Termasuk niatan memberikan dukungan pada Hanura,” tegasnya. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-2747984358139627057?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/2747984358139627057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=2747984358139627057' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/2747984358139627057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/2747984358139627057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2009/03/hanura-rangkul-yaskum.html' title='Rangkul Yaskum'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/Scup6_yeTKI/AAAAAAAAAJk/IdE3Egjb0WQ/s72-c/Dossy+Iskandar+berbaju+putih+-oke.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-2477146707624073454</id><published>2009-03-16T08:45:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T08:52:58.917-07:00</updated><title type='text'>Hanura Lepas 200 Jurkam</title><content type='html'>Awal masa kampanye terbuka Pemilu Legislatif yang dimulai Senin (16/3) hari ini, dijadikan momen sebagai ajang ikrar kampanye damai bagi partai peserta Pemilu. Selain itu, bagi setiap partai politik juga dijadikan ajang pemantapan, guna memenangkan Pemilu. Salah satunya dilakukan DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jawa Timur (Jatim).&lt;br /&gt; Partai yang untuk tingkat Jatim diketuai Dr Dosy Iskandar Prasetyo  ini, dijadwalkan akan melepas juru kampanye (jurkam) sebanyak 200 orang di Kantor DPD Hanura Jatim Jl Walikota Mustajab. “Jurkam sangat penting bagi sebuah partai politik disaat kampanye,” ujar Ketua DPD Partai Hanura Jatim Dr Dosy Iskandar Prasetyo didampingi Katua Harian Bapilu H Kuswanto SH, di kantornya kemarin.&lt;br /&gt; Menurut Dossy, dengan pelepasan jurkam ini diharapkan mereka secepatnya bisa menjalankan tugas-tugas yang diembannya. Diantaranya melakukan sosialisasi untuk menyampaikan visi dan misi partai sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh KPU, baik di tingkat kota/kabupaten maupun secara nasional.&lt;br /&gt; Mengingat kualitas jurkam sangat menentukan keberhasilan dalam menyampaikan visi dan misi partai, kata Dosy, untuk itu dipilih para tokoh-tokoh, baik tokoh masyarakat dan tokoh agama yang memiliki kredibilitas di tingkat nasional. “Selain mereka, jurkam juga melibatkan para caleg.”&lt;br /&gt; Dengan kemampuan handal para jurkam tersebut,  nantinya target partai dalam perolehan suara dalam pemilu legislatif, khususnya di Jawa Timur diharapkan bisa tercapai. Apalagi, figure Ketua Umum Hanura Wiranto diyakini sebagai salah satu pilar kekuatan Hanura.&lt;br /&gt; Dari semua kekuatan itulah, target perolehan suara Hanura untuk Jatim diyakini akan signifikan. Target perolehan kursi untuk DPRD Jatim, minimal 15 kursi akan dicapainya. Sementara, untuk perolehan kursi di tingkat kabupaten dan kota, masing-masing minimal 8 dan 5.&lt;br /&gt; Sementara, sesuai jadwal kampanye terbuka yang diberikan KPU Jatim, pada Minggu (22/3) mendatang, Hanura akan melakukan kampanye akbar pertama yang dihadiri oleh Ketua Umum Hanura Wiranto. Kampanye yang dilakukan di Stadion Tambaksari itu, direncanakan akan dihadiri sekitar 15 ribu kader dan simpatisan partai Hanura.&lt;br /&gt; Jadwal kampanye Partai Hanura kedua, dilakukan pada Rabu (1/4) mendatang di dua kota, Malang dan Banyuwangi. Selain dihadiri puluhan ribu kader dan simpatisan, Wiranto yang dijagokan sebagai calon Presiden RI juga didatangkan untuk memberikan semangat para kader untuk bahu membahu memenangkan Hanura.()&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-2477146707624073454?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/2477146707624073454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=2477146707624073454' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/2477146707624073454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/2477146707624073454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2009/03/hanura-lepas-200-jurkam.html' title='Hanura Lepas 200 Jurkam'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-7854413976890081908</id><published>2009-02-20T07:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T07:12:00.440-08:00</updated><title type='text'>Prihatin Nasib Warga Balong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SZ7HnoYz5AI/AAAAAAAAAJc/kwF9pYd3CDg/s1600-h/H.santo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 151px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SZ7HnoYz5AI/AAAAAAAAAJc/kwF9pYd3CDg/s200/H.santo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304896894759330818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;H Andy Santo S Sos&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Caleg DPRD Kab Mojokerto Dapil V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MASYARAKAT di pinggiran kota dan kawasan hutan memang sering terlewatkan dalam program-program pembangunan.  Guna meminimalisir ketimpangan tersebut, diperlukan para wakil rakyat yang peka terhadap setiap penderitaan warga. Sehingga dalam membuat kebijakan, selalu bertumpu dari aspirasi rakyat secara menyeluruh.&lt;br /&gt;Berangkat dari kondisi tersebut, membuat H Andy Santo, S. Sos, calon legislatif (caleg) Partai HANURA untuk DPRD Kabupaten Mojokerto ini  tergugah dan ingin berusaha membantu nasib para warga di pinggiran wilayah tersebut. Sayangnya, yang saat ini bisa dilakukan bapak 4 anak ini hanya menampung semua keluhan mereka.&lt;br /&gt;“Rasanya benar-benar memprihatinkan setelah mendengar langsung kondisi di lapangan,” ujar H Andy Santo, S Sos ditemui di Kantor DPD HANURA Jatim kemarin. Sesuai daerah pemilihan (Dapil) yang diambil, yaitu V, meliputi Kecamatan Kemlagi, Jetis, Gedeg dan Dawarbalndong, akhir-akhir ini membuat pensiunan Direktorat Jendral Anggaran Departemen Keuangan dengan menempati nomor urut 1 ini harus sering bertatap muka dengan konstituen di 4 kecamatan tersebut.&lt;br /&gt;Dengan bertemu langsung konstituen, selain bisa mendengar penderitaan rakyat, juga sekalian memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya ikut Pemilu yang digelar 9 April mendatang. “Yang utama, sebagai caleg kita harus berada di hati mereka,” ujar pria kalem yang ini.&lt;br /&gt;Setelah lama melakukan pendekatan terhadap masyarakat di 4 kecamatan itu, banyak hal yang didapatkannya. Selain masalah kelangkaan pupuk, minimnya sarana jalan, ternyata ada satu hal yang membuatnya mengelus dana. Yaitu penderitaan masyarakat di Desa Balong, Kecamatan Dawar. &lt;br /&gt;Di kawasan perbatasan Mojokerto-Gresik tersebut, ada tanggul Sungai Kalilamong yang kondisinya sangat mengkhawatirkan. “Pengakuan masyarakat setempat, di sekitar tanggul sering banjir akibat luapan sungai. Apalagi kalau musim hujan seperti saat ini, antara ketinggian air dengan daratan hampir sejajar,” ujar H Andy Santo S Sos.&lt;br /&gt;Lebih memprihatinkan, kondisi seperti ini sudah berlangsung lama dan tak diketahui sampai kapan akan berakhir. “Saya tidak memberi janji di hadapan warga, akan tetapi, jika saya diberi amanah dan terpilih sebagai anggota dewan, tentunya masyarakat bawah yang mengalami kondisi seperti itu yang harus diperhatikan.”ujarnya.&lt;br /&gt;Untuk itu, tentunya dukungan masyarakat sangat dibutuhkan oleh bapak yang dua diantara 4 anaknya ini berprofesi sebagai dokter ini. Bagi H Andy Santo, S Sos,  seluruh hidupnya siap dicurahkan untuk memperjuangkan nasib rakyat, kalau dirinya dipercaya duduk sebagai wakil rakyat mendatang.(#)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-7854413976890081908?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/7854413976890081908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=7854413976890081908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/7854413976890081908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/7854413976890081908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2009/02/prihatin-nasib-warga-balong.html' title='Prihatin Nasib Warga Balong'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SZ7HnoYz5AI/AAAAAAAAAJc/kwF9pYd3CDg/s72-c/H.santo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-7719852284505946576</id><published>2009-01-23T03:07:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T03:12:42.435-08:00</updated><title type='text'>Wiranto Belum Temukan Pasangan Pilpres</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SXmlmYcYLwI/AAAAAAAAAJM/2c6H0Nn3JGI/s1600-h/day+wiranto+capres+hanura+010.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SXmlmYcYLwI/AAAAAAAAAJM/2c6H0Nn3JGI/s400/day+wiranto+capres+hanura+010.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294444915765817090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Calon presiden (capres) Jenderal (purn) Wiranto mengaku belum menemukan sosok calon wakil presiden (cawapres) yang bakal digandengnya untuk merebut posisi RI 1 mendatang. Sang mantan Jendral yang juga Ketua Umum DPP Partai Hanura ini, mengaku masih menunggu perolehan partai politik yang dipimpinnya dalam pemilihan legislatif (pileg) 9 April 2009.&lt;br /&gt;“Untuk mengandeng siapa yang bakal duduk menjadi calon wakil presiden mendampingi saya, masih jauh. Setidaknya kita (Partai Hanura.red) masih melihat perolehan suara pada pileg tiga bulan lagi,” tegas Wiranto.&lt;br /&gt;Dihadapan 1500 calon legislatif (caleg) Partai Hanura se Jatim di Gedung Gramedia Expo, Wiranto mengaku, untuk bisa unggul dalam pemilihan legislative mendatang, jajaran komponen partai politik yang dipimpinnya terus dipacu menjalankan mesin politik. Diantaranya dengan mengumpulkan semua caleg yang diusung partainya untuk mengikrarkan satu tekat, mendapatkan 20 persen dukungan suara secara nasional.&lt;br /&gt;Meraih 20 persen suara di DPR memang dirasakan cukup berat. Namun dengan tekad bersama untuk kepentingan pileg 2009 ini, maka halangan dan rintangan yang ada harus segera dituntaskan. “Semuanya harus dituntaskan, sehingga kepentingan Partai Hanura bisa menempati posisi 3 besar partai politik yang lolos pemilu bisa berjalan mulus,” tegasnnya kembali.&lt;br /&gt;Dengan modal 20 persen suara itu, dipastikan mantan Panglima ABRI (Pangab), maka dirinya akan lebih percaya diri untuk bisa merebut kursi kepresidenan di Istana Negara. “Sesuai dengan persyaratan sebuah partai bisa mencalonkan capres dalam proses pemilihan Presiden/wapres,” terang dia.&lt;br /&gt;Sebagai partai politik baru, kebutuhan mengejar target 20 persen suara pileg bakal menjadi jaminan, jika Partai Hanura layak mendukung calon presiden sendiri. Oleh karena itu, dikumpulkannya 1500 caleg se Jatim tersebut, bakal menjadi jaminan jika mesin politik Partai Hanura benar-benar jalan.&lt;br /&gt;"Targetnya sebesar itu. Tapi hasilnya ya tergantung pada kerja keras semua pengurus partai Hanura. Untuk koalisi dengan partai lain, kita tunggu setelah pemilu digelar. Saya tidak mau berandai-andai," tegasnya ketika ditanya apa langkah Hanura jika seandainya suara Hanura tak mencapai 20 persen&lt;br /&gt;Menurut Wiranto, jumlah pemilih di Jatim dalam pemilu mendatang mencapai angka 29 juta jiwa dinilai memiliki posisi yang strategis dan siginifikan dalam menentukan perolehan kursi partai politik. Untuk itu, ia tetap memacu agar DPD Hanura Jatim dibawah kendali Dossy Iskandar Parsetyo mampu mengejar kebutuhan suara untuk mendongkrak dukungan Hanura secara nasional.&lt;br /&gt;“Di Jawa Timur ini merupakan pertemuan bersama caleg pertama, setelah musyawara nasional Partai Hanura di Makasar. Makannya perlu turun untuk melakukan koordinasi dan pembinaan terhadap caleg yang didorong partai,” kata Wiranto &lt;br /&gt;Ia menilai, jika Partai Hanura meninggalkan warga Jawa Timur, adalah kebodohan. Pasalnya proses penggalangan suara pemilih di Jatim sangat besar. “Itu sebabnya saya turun sendiri di Jatim terkait dengan target Hanura dalam pemilu mendatang," terang Wiranto kembali. (Dikutip dari Harian Pagi Memo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-7719852284505946576?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/7719852284505946576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=7719852284505946576' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/7719852284505946576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/7719852284505946576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2009/01/wiranto-belum-temukan-pasangan-pilpres.html' title='Wiranto Belum Temukan Pasangan Pilpres'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SXmlmYcYLwI/AAAAAAAAAJM/2c6H0Nn3JGI/s72-c/day+wiranto+capres+hanura+010.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-4025266964466413400</id><published>2009-01-22T08:25:00.003-08:00</published><updated>2009-01-22T08:28:58.970-08:00</updated><title type='text'>Gubernur Rakyat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Syahbandiah Esha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; RAKYAT Jatim nyaris punya pemimpin baru. Pasangan KarSa (Soekarwo-Syaifullah Yusuf) hampir pasti mengukuhkan diri sebagai gubernur dan wakil gubernur Jatim, menyusul pelaksanaan pilgub ekstra di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang, 21 Januari kemarin. Penghitungan suara, memang masih berlangsung sampai saat ini. Hasil sementara, menunjukkan KarSa mampu mengungguli Ka-Ji di hampir semua TPS di dua wilayah coblos ulang tersebut.&lt;br /&gt; Artinya, KarSa masih harus ‘bersabar’ dan ‘menahan diri’ untuk membuktikan bahwa mereka adalah ‘pemenang’ atas pilgub langsung --pertama kali di Jatim—yang amat  melelahkan jiwa raga dan dana itu. Meski sejumlah lembaga survei telah menetapkan Karsa unggul, namun, KPU Jatim sebagai lembaga resmi penyelenggara pilgub Jatim, yang paling berhak mengumumkan secara resmi perolehan dalam pilgub ekstra yang menentukan gubernur dan wagub Jatim tersebut.&lt;br /&gt; Hasil akhir pilgub ekstra, seyogyanya memang benar-benar menjadi putusan final atas proses panjang pencarian pemimpin Jatim ini. Rakyat Jatim, tentu sangat tak berharap munculnya lagi ketidakpuasan berbuntut gugatan pada salah satu pasangan calon, hingga memungkinkan pilgub tahap berikutnya, yang sungguh sangat tidak diinginkan. Namun, inilah demokrasi. Aturan juga memberlakukan adanya gugatan akibat pelanggaran-pelanggaran selama pilgub ekstra, dari masing-masing pihak.&lt;br /&gt;  Kita juga tidak tahu, apakah gugatan-gugatan yang ‘membanjir’ di meja Panwas Jatim, bakal mampu ‘mementahkan’ hasil pilgub ekstra atau sebaliknya. Yang kita tahu pasti, rakyat sudah sangat ingin memiliki pemimpin baru. Kinilah saatnya bekerja keras bagi gubernur terpilih yang secepatnya diresmikan oleh KPU  Jatim melalui pengumumannya.&lt;br /&gt; Sudah terlalu lama, rakyat dan kondisi Jatim tanpa kepemimpinan yang resmi dan jelas. Sudah saatnya, hadir pemimpin yang secepatnya bisa menjaidkan kehidupan dan penghidupan rakyat Jatim lebih baik  dari sekarang.&lt;br /&gt; Tugas dan tanggungjawab gubernur dan wagub terpilih nanti, sangat berat. Perekonomian rakyat yang semakin porak poranda akibat kehidupan yang semakin susah, tidak bisa tidak, adalah prioritas yang tidak bisa ditawar-tawar.&lt;br /&gt; Sudah terlalu lama, Jatim dan rakyatnya ‘terbengkelai’ akibat urusan pilgub yang belum juga tuntas dan memakan anggaran hampir Rp 1 triliun ini.  Karena itu, amat wajar apabila banyak kalangan berharap tak ada lagi pilgub lanjutan, sebagai protes ketidakpuasan pelaksanaan pilgub ekstra ini. &lt;br /&gt; Sebab, saatnya kini adalah bekerja dan bekerja. Cukup sudah masyarakat Jatim ‘dipertontonkan’ aksi yang melelahkan dan menguras duit rakyat tersebut. Bagi gubernur dan wagub terpilih, yakinlah bahwa anda pemimpin pilihan rakyat. Sebab itu, tak ada alasan untuk tidak memperjuangkan keinginan, kemauan dan kepentingan rakyat. Memang tidak gampang. Apalagi Jatim adalah propinsi dengan jumlah warga yang besar dengan persoalan besar dan rumit di dalamnya. Bukankah kedudukan ‘besar’ menuntut tanggungjawab besar pula?  (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-4025266964466413400?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/4025266964466413400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=4025266964466413400' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/4025266964466413400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/4025266964466413400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2009/01/gubernur-rakyat.html' title='Gubernur Rakyat'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-1271767479273354574</id><published>2009-01-22T07:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T08:35:18.143-08:00</updated><title type='text'>Wiranto Gembleng 1.500 Caleg</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SXigMLGW4yI/AAAAAAAAAI0/9dxZTqUGqOM/s1600-h/Dossy+dan+Wiranto.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SXigMLGW4yI/AAAAAAAAAI0/9dxZTqUGqOM/s320/Dossy+dan+Wiranto.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294157492972348194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Jenderal (Purn) Wiranto melakukan apel siaga 1.500 calon legislatif (caleg) Partai Hanura se Jatim di Gramedia Expo, Jum’at (22/1).&lt;br /&gt;Penggemblengan caleg oleh mantan Pangab ini diharapkan mampu merebut suara rakyat Jatim, sehingga memenuhi target meraup dukungan 20 persen suara ke Partai Hanura secara nasional.&lt;br /&gt;Ketua DPD Partai Hanura Jatim Dr Dossy Iskandar Prasetyo menjelaskan, apel siaga itu dilakukan untuk menguatkan semangat perjuangan membesarkan Hati Nurani Rakyat. “Kepastian itu sebenarnya sudah ditegaskan dalam konsep komitmen perjuangan Partai Hanura. Tapi kedatangan Pak Wiranto nanti, dipastikan menjadi semangat semua caleg untuk tetap komitmen tarhadap perjuangan partai,” tegas Dossy, Kamis (22/1), sore di Kantor DPD Hanura Jatim Jl. Walikota Mustajab.&lt;br /&gt;Dari 1.500 caleg Partai Hanura se Jatim yang ikut apel siaga, terdiri dari 1.288 caleg dari Kabupaten/Kota se Jatim, 114 caleg Propinsi Jatim dan 102 caleg dari DPR RI.&lt;br /&gt;“Kegiatan ini sangat besar manfaatnya, karena dari 1.500 caleg se Jatim nanti bakal diminta kominten ikut bersama-sama membesarkan partai,” tegas Dossy.&lt;br /&gt;Dalam orasi politiknya nanti, Ketua Umum Hanura bakal memberikan semangat kebersamaan pada ribuan caleg di Jatim untuk tetap konsisten terhadap perjuangan partai. Penguatan dukungan tersebut, bukan saja karena mengejar target 20 persen suara pileg. Termasuk semangat mengusung Wiranto maju calon presiden juga menjadi target utama Partai Hanura.&lt;br /&gt;“Yang penting, kita menjaga semangat komitmen terhadap rel perjuangan Partai Hanura untuk menjadikan Hanura sebagai partai politik terbesar melalui pemilu 9 April 2009 nanti,” tandasnya.&lt;br /&gt;Untuk menuju target nasional itu, Jatim sebagai penyokong terbesar suara Partai Hanura, diharapkan mampu banyak membawa perubahan. Setidaknya target mendapatkan dukungan suara terbesar ke tiga, bakal diikrarkan dalam apel siaga caleg Partai Hanura se Jatim ini.&lt;br /&gt;Dikatakan Dossy, kemenagan Partai Hanura dilakukan dengan dukungan dua hal penting. Pertama, melalui kekuatan calon legislatif. Kedua melalui kekuatan struktural partai. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-1271767479273354574?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/1271767479273354574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=1271767479273354574' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/1271767479273354574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/1271767479273354574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2009/01/wiranto-gembleng-1500-caleg.html' title='Wiranto Gembleng 1.500 Caleg'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SXigMLGW4yI/AAAAAAAAAI0/9dxZTqUGqOM/s72-c/Dossy+dan+Wiranto.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-8265128667894130965</id><published>2009-01-16T07:45:00.000-08:00</published><updated>2009-01-16T07:56:57.550-08:00</updated><title type='text'>Wawancara Caleg HANURA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SXCtE0dvLWI/AAAAAAAAAHs/zvvUCSaQnKE/s1600-h/18-1+Dossy+Iskandar+dan+keluarga.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SXCtE0dvLWI/AAAAAAAAAHs/zvvUCSaQnKE/s400/18-1+Dossy+Iskandar+dan+keluarga.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291919860474785122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR. H Dossy Iskandar Prasetyo&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Caleg DPR RI Nomer Urut 1&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Temukan Kesamaan Cita-Cita di Jendral (purn) Wiranto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Morat-maritnya negara Indonesia saat ini, tidak lain karena ketidak tegasan pemerintah untuk menegakkan hukum. Bahkan carut-marut politik, berbangsa dan bernegara di Indonesia juga tak lepas dari tingkah para politisi yang seringkali terlalu banyak mengumbar janji, padahal tidak banyak berbuat untuk kesejahteraan rakyat. &lt;br /&gt;Kondisi rakyat yang kian sengsara oleh ketidak pastian penegakan hukum, tingginya jumlah pengangguran akibat ancaman PHK dan jurang kemiskinan yang semakin menganga ternyata memerlukan tindakan nyata.&lt;br /&gt;Bahkan, karena susahnya nasib rakyat itu membuat Dr H Dossy Iskandar Prasetyo memilih maju untuk ikut membenahi persoalan kebangsaan. Salah satunya, dirinya maju bertarung sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI dari dapil I (Surabaya-Sidoarjo). Pembawaannya yang tegas, seakan bapak tiga anak yang juga ketua DPD Hanura Jatim ini banyak berharap penataan penegakan hukum di tanah air benar-benar memenuhi unsur keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alasan apa sehingga anda memilih bergabung dengan Partai Hanura ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya ini, banyak kosentrasi di dunia pendidikan dan organisasi kemasyarakat, termasuk posisi saya yang masih setia menjadi dosen sarjana (S1) dan pasca sarjana (S2) di Ubhara. Begitu melihat carut-marutnya politik di tanah air, muncul niatan saya untuk ikut maju ikut menata bangsa ini. Salah satunya melalui Partai Hanura. Ternyata di partai yang didirikan Jenderal (purn) Wiranto ini, saya menemukan banyak kesamaan cita-cita untuk menjadikan rakyat dan bangsa Indonesia menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa kesamaan cita-cita itu ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita yang disampaikan jendral (purn) Wiranto ternyata banyak memberikan ide lebih berani bersikap menata bangsa. Termasuk menggelola republik ini kedepannya menjadi lebih sejahtera. Padahal sebelumnya saya sudah aktif di Partai Golkar Jatim, namun kesamaan cita-cita ikut menata bangsa ternyata saya temukan di Partai Hanura. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah ini yang mendorong anda maju menjadi caleg ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan perubahan itu, saya kira yang paling efektif adalah melakukan perubahan melalui jalur politik. Dan saat ini, kekuatan politik ternmyata sangat efektif untuk melakukan perubahan-perubahan yang mendasar di negara ini. Saya berharap melalui Partai Hanura, penataan negara hokum bisa berjalan sesuai dengan harapan rakyat. Yakni berjalannya pemerintahan yang tegas, bijaksana dan membela kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jika diri anda masuk dilingkungan DPR RI apa yang anda lakukan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan all aut ikut melakukan penataan terhadap kekuasaan. Karena jalur politik ini memang yang paling efektif. Penegakan hukum seharusnya bisa dilakukan tanpa pandang bulu oleh kehakiman. Makannya, posisi kekuasaan kehakiman dalam menjalankan negara hukum harus diberikan peranan priorotas. Yang dulunya pelaksanaan hukum sentralistik. Namun sekarangkan menjadi chek and balance. Termasuk memperkuat pelaksanaan kehakiman. Ini salah satu kesamaan cita-cita dengan Jenderal (pur) Wiranto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penilaian anda terkait penegakan hukum saat ini ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang belum maksimal, masih ada cela-cela penting yang masih harus disentuh. Banyak persoalan yang harusnya bisa ditindak melalui hukum, namun pada pelaksanaanya banyak yang menyimpang. Ini jelas menjadi salah satu persoalan yang harus diluruskan. Termasuk penegakan hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harusnya didukung. Dan keberhasilan pembongkaran borok korupsi oleh KPK, bukan prestasi eksekutif atau presiden. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lalu lembaga hukum apa yang ideal ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya presiden (SBY-JK) mampu melakukan penegakan hukum, maka tidak perlu ada KPK. Dua intitusi penegak hukum, yang perlu dilakukan perkuatanadalah kepolisian dan hakim. Berdirinya KPK menunjukkan ketidak mampuan pemerintah (SBY-JK) dalam amanat penegakan hukum.&lt;br /&gt;Memang berat menata bangsa ini. Karena kita semua sangat tidak konsisten terhadap kebijakan hukum. Termasuk tidak tegasnya pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seberapa menarik Partai Hanura bagi anda dibanding 37 partai lain?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal partai Hanura berdiri, adalah partai politik yang paling responsive dalam bereaksi terhadap kebutuhan masyarakat. Sepengetahuan saya, pergerakan partai politik ini seringkali banyak membantu persoalan masyarakat, seperti korban-korban bencana. Intinya sejak awal partai ini banyak menjawab kebutuhan riil di masyarakat. Saya berharap partai politik ini mampu ikut memperkuat penataan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita tarik ke isyu local (Surabaya-Sidoarjo), apa yang anda lihat dalam problem Lumpur Sidoarjo ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana Lumpur ini sudah sedemikian lama merenggut kehidupan masyarakat banyak. Tidak hanya dirasakan oleh warga sekitar lokasi bencana, tetapi secara lebih makro, aktitifitas masyarakat Jawa Timur juga terhambat karena akses tidak normal. &lt;br /&gt;Sementara warga yang menjadi korban dampak lumpur secara langsung sampai saat ini juga masih dihantui tentang proses ganti rugi yang belum selesai. &lt;br /&gt;Bagaimanapun  juga warga korban Lumpur harus dientas dan dibantu penyelesaian. Warga korban Lumpur jangan dibikin tergantung sampai tiga tahun seperti ini. Makannya untuk mengatasi masalah lumpur itu, diperlukan sosok pemimpin 2009-2014 yang tegas dalam mengambil sikap. Seperti Janderal (purn) Wiranto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimana peran pemerintah pusat dalam bencana ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya, pemerintah pusat harus lebih progresif lagi ikut menyelesaikan masalah ini, karena dampak dari bencana ini sudah tidak lagi menjadi isyu local dan nasional saja, bahkan dunia internasional. &lt;br /&gt;Masalahnya persiden sebagai pengusa tertinggi tidak mampu menjalankan kewenangannya yang harusnya membela hajat hidup rakyat disana (Porong.red). Padalah di APBN sudah disiapkan, eksekutif jangan ragu-ragu membela warga korban lumpur. Segera diputuskan jangan takut di impace. Kan ada MK, salah ngak terkait penggunaan untuk warga korban Lapindo. Biar Mahkamah Konstitusi yang melakukan penilaian jika ada protes dari DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pandangan anda tentang pemerintah saat ini ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya penunjukan keteladaan bagi warga masyarakat,. Dan harus ada konsitensi dari pengusa. Kalau ada rakyat miskin ya… jangan berfoya-foya. Kalau sudah jadi setelah dipilih rakyat ya… janjinya harus segera dipenuji, ini prioritas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keyakinan anda meraih suara?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih optimis masyarakat membutuhkan perubahan. Nama besar (apalagi status quo) belum tentu menjamin dapat merubah kondisi. Dan saya yakin, masyarakat akan memberi kesempatan bagi kaum muda untuk berkiprah dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi mereka. Saya sendiri berasal dari Surabaya dan besar disini. Insya Allah saya mendapat dukungan dari rakyat. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-8265128667894130965?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/8265128667894130965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=8265128667894130965' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/8265128667894130965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/8265128667894130965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2009/01/wawancara-caleg-hanura.html' title='Wawancara Caleg HANURA'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SXCtE0dvLWI/AAAAAAAAAHs/zvvUCSaQnKE/s72-c/18-1+Dossy+Iskandar+dan+keluarga.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-1562570617428957463</id><published>2009-01-11T08:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-11T08:11:11.808-08:00</updated><title type='text'>Hanura Surabaya Ruwatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SWoaB5n82sI/AAAAAAAAAHk/7zRUmvs-vp4/s1600-h/ruwat+caleg.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SWoaB5n82sI/AAAAAAAAAHk/7zRUmvs-vp4/s400/ruwat+caleg.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290069332250647234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Upaya untuk melestarikan kebudayaan sendiri dari gempuran budaya asing yang semakin sengit, terus dilakukan oleh mereka yang peduli. Di antaranya dengan menggelar  ruwatan massal dan sedekah bumi Surabaya yang digelar di Gedung Nasional Indonesia, Jl Bubutan, Minggu (11/1).&lt;br /&gt; Acara yang digelar atas kerja sama Partai Hanura Surabaya, Masprawira (Masyarakat Pecinta Wiranto) dan Sanggar Makhuto berlangsung sangat meriah.  Acara ini diawali dengan arak-arakan orang membawa ancak berisi makanan  yang merupakan ciri dari sedekah bumi. Setelah itu dilanjut dengan ruwatan sebanyak 250 orang, yang diantaranya ada  beberapa caleg dari Partai Hanura. Setelah itu pementasan wayang kulit dengan dalang Ki Karyono yang mengisahkan tentang batara kala atau murwokolo .&lt;br /&gt; Dr Ibrahim Hasyim, caleg DPR RI Dapil II dari Partai Hanura ini menyatakan sangat mendukung acara ini. Apalagi saat ini, sudah banyak masyarakat yang melupakan budayanya sendiri.&lt;br /&gt; “Kami tidak ingin, bangsa Indonesia untuk memperlajari soal ruwatan atau sedekah bumi harus pergi ke Belanda. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat harus  melestarikannya sejak sekarang jika tidak ingin kebudayaannya semakin tergerus,” jelasnya seraya  menambahkan lewat kegiatan ini juga ia ingin masyarakat akan tahu tentang kegiatan partai pimpinan Wiranto ini.&lt;br /&gt; Hal senada diungkapkan Didik, sekretaris Masprawira. Ia menambahkan, acara sedakh bumi dan ruwatan ini sebagai bentuk pelestarian budaya. Ternyata, masyarakat  banyak yang berminat dalam cara tersebut. Hal ini membuktikan masih banyak pendukung kebudayaan Jawa ini. (#)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-1562570617428957463?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/1562570617428957463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=1562570617428957463' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/1562570617428957463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/1562570617428957463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2009/01/hanura-surabaya-ruwatan.html' title='Hanura Surabaya Ruwatan'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SWoaB5n82sI/AAAAAAAAAHk/7zRUmvs-vp4/s72-c/ruwat+caleg.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-5930032642317102096</id><published>2008-12-29T06:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T06:31:49.636-08:00</updated><title type='text'>Protes Pilgub Esktra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SVjfPxxm0cI/AAAAAAAAAHc/Zljhie4p5Us/s1600-h/sokip.pas+foto.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 108px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SVjfPxxm0cI/AAAAAAAAAHc/Zljhie4p5Us/s200/sokip.pas+foto.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285219624871711170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sokip, SH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penghitungan ulang hasil pemilihan gubernur (Pilgub) putaran II di Pamekasan sudah selesai dilakukan. Dengan demikian, keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang salah satunya memerintahkan KPU Jawa Timur melakukan penghitungan ulang telah dilakukan di Pulau Garam tersebut. Sayangnya, ibarat suatu pertandingan, ternyata diantara pemain tidak siap kalah.&lt;br /&gt; Ini dibuktikan dengan masih adanya protes dari salah satu kubu, yaitu Ka-JI (Khofifah I Parawansa-Mujiono) yang berancang-ancang akan lapor ke DPR-RI dan Presiden. Semua ini menunjukkan kalau mereka tidak siap untuk menerima hasil demokrasi yang cukup melelahkan di Jawa Timur ini.&lt;br /&gt; Protes atau apapun istilahnya, sebenarnya boleh-boleh saja. Apalagi kalau tim yang dikalahkan tersebut mencurigai adanya kecurangan. Akan tetapi, kalau upaya protes tersebut hanya untuk memenuhi ambisi supaya menang, tentunya upaya tersebut sudah di luar rel demokrasi.&lt;br /&gt; Seperti diketahui, dalam hitung ulang yang dilakukan di Pamekasan Minggu (28/12) lalu, informasinya perolehan suara pasangan Soekarwo-Syaifullah Yusuf (KarSa) sebanyak 216.636 yang berarti turun dari hasil yang diumumkan KPU sebulan sebelumnya sekitar 500-an suara. Sebab pada putaran II, suara KarSa mencapai 217.170.&lt;br /&gt; Sementara, pasangan Ka-Ji mendapat 195.527 suara yang juga berarti turun sekitar 100 suara, karena pada pengumuman sebelumnya, suara pasangan ini mencapai 195.638. &lt;br /&gt; Hasil hitung ulang tersebut ternyata masih berpihak pada Karsa. Sayangnya,  Ka-Ji nampaknya tetap belum mau menerima kekalahan tersebut dengan akan melancarkan protes lagi terkait proses hitung ulang ini.&lt;br /&gt; Menyikapi keruwetan pelaksanaan Pilgub Jawa Timur kali ini, dibutuhkan pemikiran bijak. Baik itu dari  pemerintah, masing-masing calon serta masyarakat Jawa Timur, yang sudah lelah menunggu siapa gubernurnya. Apalagi, dana yang telah dikeluarkan dari APBD hampir Rp 1 triliun. &lt;br /&gt; Saat ini, yang dibutuhkan rakyat Jawa Timur adalah  peningkatan kesejahteraan hidup dan anak-anak mereka bagaimana bisa sekolah hingga selesai. Bagi rakyat, siapapun yang menjadi gubernur, tak mau pusing, asalkan bisa memberikan perubahan  yang lebih baik.(**)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-5930032642317102096?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/5930032642317102096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=5930032642317102096' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/5930032642317102096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/5930032642317102096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/12/protes-pilgub-esktra.html' title='Protes Pilgub Esktra'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SVjfPxxm0cI/AAAAAAAAAHc/Zljhie4p5Us/s72-c/sokip.pas+foto.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-2458794069156693669</id><published>2008-12-26T06:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-26T06:52:40.378-08:00</updated><title type='text'>Anggota Dewan Tuli</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SVTvm6gUjfI/AAAAAAAAAHU/5wH7LHLdZ74/s1600-h/sokip.pas+foto.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 108px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SVTvm6gUjfI/AAAAAAAAAHU/5wH7LHLdZ74/s200/sokip.pas+foto.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284111714631323122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sokip, SH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak salah kalau banyak orang menilai para wakil rakyat yang duduk di kursi empuk DPRD banyak yang tuli dengan penderitaan rakyat. Bagaimana tidak, disaat rakyat dipusingkan dengan tingkat kemiskinan yang terus meningkat, dan ancaman PHK massal yang ada di depan mata akibat krisis global, ternyata apa yang dilakukan para wakil rakyat ini malah menghamburkan uang rakyat.&lt;br /&gt;Semua ini bisa dilihat dari niat 100 anggota DPRD Jatim untuk mendapatkan jatah seragam dinas. Tak tanggung-tanggung, para anggota dewan yang terhormat itu mengalokasikan pengadaan jatah seragam dinas baru dalam APBD 2009 sebesar Rp 4,2 miliar. Jumlah yang cukup membuat kita geleng-geleng kepala, untuk sebuah urusan seragam yang setiap tahunnya selalu ganti baru.&lt;br /&gt;Yang lebih mengejutkan lagi, anggaran yang diajukan itu ternyata naik mencapai 300 persen, karena APBD 2008 mengalokasikan Rp 1,51 miliar. Dengan peningkatan yang luar biasa itu, menunjukkan kalau mereka benar-benar tak paham dengan penderitaan yang dialami rakyat.&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini, seharusnya para wakil rakyat itu justru lebih konsentrasi memikirkan nasib rakyat yang telah mengusung mereka duduk di kursi dewan. Apalagi, menjelang pemilihan legislatif (pileg) 2009 nanti, para politisi itu akan membutuhkan uluran tangan konstituen, supaya bisa mengantar mereka kembali duduk di gedung megah yang berlokasi di Jl Indrapura itu.&lt;br /&gt;Jangan sampai, rakyat yang saat ini sudah mulai berani teriak saat dikibuli, hanya menjadi alat bagi mereka untuk duduk di kursi empuk dewan. Karenanya, tidak salah jika nantinya, dalam pileg 2009 yang hanya kurang dari 3 bulan ini, rakyat sudah apatis dengan para wakilnya yang hanya lihai mengeruk uang rakyat.&lt;br /&gt;Dan tidak salah pula, kalau rakyat yang saat ini mulai cerdas, tidak mau mengulang lagi kesalahan sebelumnya, yang telah memilih para wakil rakyat yang ternyata hanya lihai membuat anggaran besar untuk diri mereka, sementara buta untuk mendengar penderitaan rakyat.(**)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-2458794069156693669?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/2458794069156693669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=2458794069156693669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/2458794069156693669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/2458794069156693669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/12/anggota-dewan-tuli.html' title='Anggota Dewan Tuli'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SVTvm6gUjfI/AAAAAAAAAHU/5wH7LHLdZ74/s72-c/sokip.pas+foto.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-7102759700867516306</id><published>2008-12-25T06:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T07:42:47.313-08:00</updated><title type='text'>KTP Massal &amp; Pungli</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SVOp5SdcJxI/AAAAAAAAAHM/V5i1rzdMB_0/s1600-h/sokip.pas+foto.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 108px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SVOp5SdcJxI/AAAAAAAAAHM/V5i1rzdMB_0/s200/sokip.pas+foto.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283753589508679442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Sokip, SH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi warga Surabaya, siap-siap saja untuk dipusingkan oleh pejabat Pemkot Surabaya. Ini setelah adanya kebijakan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk warga Surabaya secara massal, seiring diberlakukannya Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).&lt;br /&gt; Kenapa sampai warga Surabaya dipusingkan dengan kebijakan baru itu? Bukan rahasia lagi, kalau untuk urusan birokrasi di Kota Buaya ini, selain selalu mebulet juga berbelit-belit. Belum lagi harus merogoh kantong supaya urusan cepet selesai.&lt;br /&gt;Padahal, maksud dari pemberlakuan SIAK ini, diharapkan data nomor induk kependudukan simduk (sistem lama) dikonversi, kemudian dikirim ke Dirjen Administrasi Kependudukan (Adminduk) di pusat. Konversi tersebut menggabungkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) lokal dengan NIK nasional.&lt;br /&gt; “Dengan sistem ini, semua komputer kecamatan se-Surabaya yang mengatur data kependudukan sudah on line,” ujar Kepala Dispenduk Capil Ismanu. Menurut Ismanu, untuk mengonversi NIK lokal (simduk) menjadi NIK nasional membutuhkan waktu seminggu. Sebab, NIK yang diubah itu mencakup data 2,1 juta penduduk yang wajib ber-KTP. &lt;br /&gt;Perubahan itu tentu saja membuat nomor KTP warga Surabaya berubah. Nomor KTP yang baru akan diawali dengan kode 35 sebagai kode propinsi Jatim, diikuti kode kota Surabaya 78, diikuti lagi kode kecamatan, kode tanggal lahir dan kode urutan nama pemilik KTP. &lt;br /&gt;“Dengan nomor KTP yang baru itu, seorang warga tidak akan bisa memiliki dua KTP atau KTP ganda, karena nomor ini akan di online seluruh nasional,” beber Ismanu. &lt;br /&gt;Untuk itulah, yang perlu diperhatikan bagi para pejabat di Pemkot, jangan sampai kebijakan baru ini justru menjadi ladang baru bagi oknum-oknum staf di kelurahan hingga kecamatan, sebagai peluang untuk melakukan pungutan liar (pungli). &lt;br /&gt;Pemerintah kota harus transparan, jangan sampai ketidaktahuan masyarakat tentang program baru itu justru dimanfaatkan oleh oknum staf di kelurahan dan kecamatan, yang selama ini banyak melakukan pungutan di luar ketentuan. Selain itu, harus ada sanksi tegas bagi oknum nakal, supaya mereka jera. &lt;br /&gt;Masyarakat saat ini sudah terlalu susah. Minyak tanah langka, Elpiji susah dan harga-harga kebutuhan selangit. Belum lagi ancaman PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) mengancam di hadapan kita. (**)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-7102759700867516306?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/7102759700867516306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=7102759700867516306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/7102759700867516306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/7102759700867516306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/12/ktp-massal-pungli.html' title='KTP Massal &amp; Pungli'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SVOp5SdcJxI/AAAAAAAAAHM/V5i1rzdMB_0/s72-c/sokip.pas+foto.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-7877580469034390936</id><published>2008-12-21T07:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T07:30:32.712-08:00</updated><title type='text'>Amankan Tiga Pilar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SU5g3n5zPiI/AAAAAAAAAGM/W1uxGt8TKeg/s1600-h/dossy-pet+copy-oke.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SU5g3n5zPiI/AAAAAAAAAGM/W1uxGt8TKeg/s200/dossy-pet+copy-oke.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282265921672658466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hanura Jatim di Ultah II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanura Jatim terus memantapkan jajaran struktural partai di tingkat DPC (kabupaten/kota) PAC (kecamatan) dan ranting. Target ini dilakukan untuk menata strategi partai politik yang didirikan Mantan Pangab Jenderal (Purn) Wiranto bisa agar melakukan manuver politik untuk merebut hati nurani rakyat dalam perhelatan pileg 2009 mendatang.&lt;br /&gt;Ketua DPD Hanura Jatim Dossy Iskandar Prasetyo saat acara HUT Partai Hanura II di kantor Hanura Jatim, Jl. Walikota Mustajab menegaskan, sampai saat ini pemantapan mesin politik partai terus dilakukan. Termasuk  upaya mengontrol kemampuan manajemen ranting Partai Hanura yang berada di pelosok-pelosok desa.&lt;br /&gt;“Pantauan ini dilakukan dengan harapan struktural Partai Hanura di tingkatan ranting yang tidak bisa efektif bisa didongkrak Karena pemilihan legislatif nanti merupakan salah satu strategi yang bisa direbut Hanura,” tandas Dossy, Minggu (21/12) di hadapan kader Partai Hanura Jatim.&lt;br /&gt;Sebagai langkah kongkrit, di 38 PAC Kabupaten/Kota bersama 658 DPC serta 7.500 ranting, akan bahu-membahu menegakkan simbol ‘hati nurani saatnya bicara’. “Langkah yang kita lakukan dengan mengamankan tiga pilar, (struktural, fungsional dan Pos Wiranto),” kata Dossy lebih lanjut.&lt;br /&gt;Untuk itu, gelar penghitungan peta partai Haruna setiap minggu dilakukan. Setidaknya dirinya akan mengetahui kemajuan dan kekurangan apa untuk mempersiapakan pileg yang bakal digelar pada April 2009. ”Mesin politik terus dipanasakan, agar cita-cita hati nurani saatnya bicara benar-benar bisa menyentuh kebutuhan rakyat,” kata mantan kader Golkar Jatim ini.&lt;br /&gt;Diakui Dossy, saat ini dari 38 DPC se Jatim yang dinilainya masih terbelakang dan kurang memuaskan, ada 3 DPC. Di antaranya DPC Hanura Kota Mojokerto, DPC Hanura Pacitan dan DPC Hanura Trenggalek. “Tiga ini, yang kita terus dorong agar kekuatan basis massa menjadi lebih riil. Evaluasi terus dilakukan agar kinerja Hanura benar-benar efektif,” akunya yakin.&lt;br /&gt;Sehingga tidak menutup kemungkinan target nasional Partai Hanura menjadi salah satu partai politik yang masuk 3 besar saat perhelatan pileg nanti. Ditambah lagi, upaya mendorong Wiranto untuk maju capres 2009 mendatang. “Itu menjadi kebutuhan utama yang harus terus didorong,” urainya. (**)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-7877580469034390936?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/7877580469034390936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=7877580469034390936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/7877580469034390936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/7877580469034390936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/12/amankan-tiga-pilar_21.html' title='Amankan Tiga Pilar'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SU5g3n5zPiI/AAAAAAAAAGM/W1uxGt8TKeg/s72-c/dossy-pet+copy-oke.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-6051571506828173751</id><published>2008-12-13T06:54:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T07:16:53.962-08:00</updated><title type='text'>GENTLEMAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SUPN3lmgb5I/AAAAAAAAAE8/M2QDZ1vd1Jk/s1600-h/dadit-foto.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SUPN3lmgb5I/AAAAAAAAAE8/M2QDZ1vd1Jk/s200/dadit-foto.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279289543078473618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syahbandiah Esha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;A gentleman will walk but never run (Sting/Englishman in New York)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‘TERDAKWA’ salah tangkap Imam Chambali alias Kemat dan David Eko Priyanto tak hanya sosok-sosok bersahaja dan nrimo, khas Jawa. Namun, dalam diri mereka tersimpan jiwa –yang kata orang sono—gentle. Lihatlah, bagaimana reaksi keduanya saat kembali menghirup udara kebebasan yang didamba manusia manapun,  kebebasan untuk bisa melakukan  aktivitas hidupnya dengan aman dan nyaman. Mereka sama sekali tak menuntut aparat hukum yang menyidik, menyangka, menyidangkan dan mengkerangkeng mereka, di wilayah hukum Jombang, atas kasus pembunuhan Asrori yang tidak pernah mereka lakukan .Ungkapannya murni dari lubuk hati keduanya. Tak ada rekayasa sama sekali dari pihak manapun. Justru orang lain geram karena keduanya tak akan menuntut apapun atas perlakuan aparat hukum pada mereka.  David dan Kemat –mantan waria dan sesekali masih tersisa sifat kemayunya saat berbicara—adalah sedikit contoh jiwa-jiwa gentle.&lt;br /&gt; Sebutan gentleman, dari waktu ke waktu memang tiada pernah berubah. Dalam kamus besar bahasa Inggris-Indonesia susunan John M. Echols-Hassan Shadily, gentleman artinya orang yang sopan, santun, penuh kelembutan dalam bersikap dan berbicara. Lebih luas lagi, seorang gentleman tentu akan menjaga segenap martabat dan citra dirinya –termasuk mengakui kekalahan, kesalahan— untuk terus-menerus berada dalam lingkaran kehati-hatian, kebaikan, ketegasan setiap bertindak, dengan tetap mengedepankan kesantunan sehingga terpancar elok, elegan.  &lt;br /&gt; Di lapangan bola yang keras dan cenderung kasar itu, ada yang mengatakan ajang tepat menguji jiwa gentle para pelakunya. Betapa, 22 pria dengan kemampuan nyaris sama, bertekad menjadi paling baik, berebut ikon di setiap kompetisi bergengsi dan super ketat. Saling jegal, mengkasari, menyakiti, melukai –di tengah terngiang-ngiangnya motto sportif-- demi meraih tujuan utama, tentulah jauh dari sikap gentle. Andai Zinedine Zidane, ikon sepakbola Perancis tidak mempertontonkan ‘aksi menanduk’ Marco Matterassi, penyerang Timnas Italia di Piala Dunia 2008 belum lama ini, perjalanan karirnya tentu tak akan ‘tercoreng’ dan ia patut ‘berdiri sejajar’ dengan Frans Beckenbauer. Legenda sepakbola Jerman itu mampu membuktikan pancaran jiwa gentle-nya dengan tampilannya yang elegan di dalam maupun di luar lapangan. &lt;br /&gt; Mari bandingkan dengan sederet penguasa, pejabat pemerintahan maupun wakil rakyat dari ujung barat hingga timur negeri ini yang –sampai lelah kita mendengarnya-- bergantian berurusan dengan hukum. Bila akhirnya mereka sampai pada proses hukum, tentu bukan karena jiwa gentle mereka. Para pemegang kekuasan yang tak tahu malu itu, para perekayasa kebijakan tersebut, lebih banyak karena terjebak dan tertangkap oleh aparat berwenang yang mengincarnya sampai berbilang tahun. Belum ada satupun kisah mereka bersedia, rela, menyerahkan diri hingga membuat ringan pekerjaan berwajib. Perilaku korupsi, penyalahgunaan wewenang, pencederaan amanah rakyat itu sendiri, sudah menjauhkan mereka dari watak gentleman.&lt;br /&gt; Masih di lingkup kekuasaan, semestinya kita masih terheran-heran oleh ‘sikap aneh’ aparat hukum yang menangani kasus Kemat cs. Sama sekali tak tergerak melakukan permintaan maaf atas pelanggaran kemanusiaan terhadap dua anak Jombang tersebut. Pun Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.selaku petinggi kepolisian di negeri ini, sekaligus yang paling bertanggungjawab atas kesalahan fatal anak buahnya pada Kemat cs. Kapolri bahkan tegas mengatakan tak akan meminta maaf. Sebuah arogansi pemimpin yang dengan sangat gampang ditemui di negeri ini, sebenarnya. Hingga kini pun, tak ada rehabilitasi, pemulihan nama baik, yang harusnya menjadi bagian terpenting bagi Kemat cs. &lt;br /&gt; Agaknya, tak semua orang dilahirkan  memiliki jiwa gentle. Ada yang pengecut, pecundang, pembohong, petaruh. Beruntunglah Kemat dan David. Prototipe pria Jawa sesungguhnya , pemilik jiwa gentle itu : bersahaja, santun, tak menggelegak, hati-hati  dan nrimo. Setidaknya, keduanya pun tidak lari dari tuduhan –palsu— yang harus dijalaninya meski di bawah tekanan, ancaman dan siksaan. Benar juga kata Sting, pentolan The Police dalam single hitsnya “Englishman in New York’  yang sangat keren dan filosofis itu. “Confront your enemies, avoid them when you can/ A gentleman will walk but never run. (***)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-6051571506828173751?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/6051571506828173751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=6051571506828173751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/6051571506828173751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/6051571506828173751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/12/gentleman.html' title='GENTLEMAN'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SUPN3lmgb5I/AAAAAAAAAE8/M2QDZ1vd1Jk/s72-c/dadit-foto.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-1362771347007283520</id><published>2008-12-09T08:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-13T07:06:26.479-08:00</updated><title type='text'>KPU Bingung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SUPOubrbhJI/AAAAAAAAAFE/iuOLF-xQEIE/s1600-h/sokip-bw.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SUPOubrbhJI/AAAAAAAAAFE/iuOLF-xQEIE/s200/sokip-bw.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279290485307573394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sokip, SH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kinerja KPU Jawa Timur saat ini benar-benar super sibuk. Setelah gagal memilih gubernur dan wakil gubernur pada pemilihan langsung putaran pertama 4 Juli lalu, yang ternyata gagal. Dilanjutkan putaran kedua yang berlanjut ke MK (Mahkamah Konstitusi) dan pada 2 Desember lalu mengabulkan sebagian tuntutan Ka-Ji, kini KPU harus mempersiapkan pemilihan langsung putaran  ketiga, walau hanya di Kabupaten Bangkalan dan Sampang.  &lt;br /&gt;Yang saat ini harus dilakukan KPU Jawa Timur, tunjukkan kalau lembaga independen yang didanai uang rakyat ini bisa bekerja secara professional. Jangan sampai ada pihak-pihak lain, terutama salah satu tim sukses calon gubernur yang leluasa melakukan  intervensi di putaran ketiga mendatang. &lt;br /&gt;Apapun, KPU telah ‘dinyatakan salah’ dengan keputusan MK yang menyatakan kalau hasil pemilihan langsung di dua kabupaten harus diulang dan satu kabupaten harus dilakukan penghitungan ulang. Hal ini harus diakui, kinerja KPU Jawa Timur masih amburadul.&lt;br /&gt;Dengan putusan MK tersebut, saat ini semua mata jutaan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Timur tertuju di dua kabupaten di kepulalauan Madura yang dikenal memiliki karakteristik yang cukup unik. KPU harus benar-benar membuktikan kalau bisa bekerja, walau dengan sempoyongan. Apalagi, anggaran yang sudah dikucurkan sedikitnya Rp 750 miliar dan akan kembali digerojok.&lt;br /&gt;Sayangnya, di hari-hari yang semakin mendekati penentuan siapa gubernur Jawa Timur mendatang, ternyata KPU masih disibukkan dengan putusan MK. Semua ini dibuktikan dengan rencana Tim Pengacara KPU Jawa Timur yang akan mengadukan keputusan MK ke Komisi III DPR RI, Selasa (8/12) hari ini. Seperti dikatakan Ketua Tim Pengacara KPU Jawa Timur Fahmi Bahmid.&lt;br /&gt;Rencanannya kedatangan ke Komisi III DPR RI ini, selain dilakukan tim kuasa hukum KPU Jawa Timur juga diikuti Ketua KPU , Wahyudi Purnomo, Ketua Pokja Penghitungan Suara KPU Jawa Timur Arief Budiman, serta beberapa anggota KPU lainnya&lt;br /&gt;Ternyata, KPU yang masih memiliki tugas seambrek dengan jadwal mepet, masih saja tak terima, putusan MK. Dalihnya, putusan itu dinilai keluar dari kewenangan MK. “Yang diputuskan MK bertentangan dengan UU 12/2008,” dalaih Fahmi Bachmid.&lt;br /&gt;Fahmi beralasan, kalau putusan MK untuk melakukan hitung ulang di Kabupaten Pamekasan serta coblosan ulang di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Bangkalan ternyata tidak ditindaklanjuti secara tuntas.   Karena, dari kewenangannya MK itu tidak disebutkan hasil penghitungan ulang akan diapakan. Sehingga, Fahmi menilai kalau keputusan MK itu justru malah membinggungkan. &lt;br /&gt;Membingungkan bagi siapa? Inilah yang perlu dipahami oleh para punggawa KPU Jawa Timur. Rakyat sebenarnya sejak awal sudah menilai kalau KPU kinerjanya asal-asalan. Dalam kondisi seperti ini, yang ditunggu masyarakat Jawa Timur, tunjukkan kalau KPU mampu. Mampu menyelesaikan tugas terakhirnya melakukan pemilihan ulang di dua kabupaten dengan jadwal sesingkat-singkatnya.&lt;br /&gt;Daripada sibuk mengurus keputusan MK, lebih bijaksana kalau KPU bisa menyelesaikan urusan-urusan tekinis dan non teknis menjelang pemilihan langsung. Bukannya menyiapkan kertas suara yang hingga kini masih terkatung-katung lebih bermanfaat daripada harus keluyuran Surabaya-Jakarta untuk urusan yang belum tentu membawa kemaslahatan bagi rakyat Jawa Timur.(**)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-1362771347007283520?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/1362771347007283520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=1362771347007283520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/1362771347007283520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/1362771347007283520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/12/kpu-takut.html' title='KPU Bingung'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SUPOubrbhJI/AAAAAAAAAFE/iuOLF-xQEIE/s72-c/sokip-bw.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-1113702225083358908</id><published>2008-09-29T03:15:00.000-07:00</published><updated>2008-12-13T07:08:38.773-08:00</updated><title type='text'>Kleptocracy Society</title><content type='html'>Oleh :&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Uha BH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih ingat betul, saat H Agil H Ali pidato pada peluncuran Tabloid Mitra Rakyat di Garden Palace Surabaya tahun 2004. Saat itu yang hadir ada Sekdaprov Jatim serta beberapa pejabat Jatim, Sam Abede Pareno, tokoh-tokoh politik Jatim dll.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Saat ini kita telah memasuki sebuah Negara Kleptocracy Society, yaitu sebuah Negara yang dijalankan para maling dari para maling untuk para maling. Semua asset Negara dikelola oleh manusia-manusia tamak dan rakus, aturan hidup berbangsapun disusun oleh orang-orang rakus, kemudian diawasi oleh mereka yang rakus. Akibatnya Negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, habis dimakan maling-maling yang dipelihara Negara”kata Agil berapi-api.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Namun, masyarakat jangan cemas. Sebab ada cara yang mampu mengikis persoalan seperti jaman Yunani ini. Apa cara itu?. Yaitu hidup dengan hati nurani, bekerja dengan nurani, berpolitik dengan nurani dan yang paling penting wartawan menulis dengan nurani. Maka jika masyarakat sudah menggunakan hati nurani, maka habislah model Negara seperti itu” tambah Agil.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagaimana menurut anda?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Tulisan Uha Bh buat Sokip)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-1113702225083358908?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/1113702225083358908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=1113702225083358908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/1113702225083358908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/1113702225083358908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/09/kleptocracy-society.html' title='Kleptocracy Society'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-2650875743902012905</id><published>2008-09-25T08:28:00.000-07:00</published><updated>2008-12-21T06:41:20.818-08:00</updated><title type='text'>Jagal Ngagel Jaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SUPTZiJucNI/AAAAAAAAAFU/S-_-IqRaLu8/s1600-h/cak+bond.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 163px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SUPTZiJucNI/AAAAAAAAAFU/S-_-IqRaLu8/s200/cak+bond.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279295623826141394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bondet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta membuat banyak orang buta. Miskin menjadi ditakuti. Terutama bagi orang yang biasa hidup serba kecukupan. Motif takut miskin, tidak bisa memberi makan anak, istri, dibelenggu kesulitan hidup, membuat orang yang dalam kondisi kalap lalu mengambil jalan pintas. Langkah terakhir, mereka bunuh diri. Dan, tak jarang di antara mereka berprilaku sadis.&lt;br /&gt;Masih terbayang dalam ingatan kita, membikin trenyuh, kasihan, juga jengkel, ketika mendengar seorang ibu muda membunuh dua anak kandungnya yang masih usia balita (di bawah 5 tahun), gara-gara tidak bisa memberinya makan. &lt;br /&gt;Tragedi kemanusiaan (23/3), sempat menjadi bahan gunjingan mulai dari balai desa, balai kota/kabupaten, provinsi hingga istana negara. Bagaimana mencari solusi? Karena tidak menutup kemungkinan banyak rakyat mengalami nasib yang sama. &lt;br /&gt;Kompleks pemukiman kelas menengah bawah Perumahan Gama Permai I, Pekalongan Barat, akhirnya menasional, karena salah satu penghuninya, Ny. Yuli Itayanti (24), membunuh dua anak kandungnya, Sabilla Putri Jaira (4) dan Fadly Mohammad Nizam (1). Setelah membenamkan kedua anaknya ke bak mandi hingga tak bernyawa, ibu muda ini menyusul bunuh diri. Namun berhasil diselamatkan.&lt;br /&gt;Hidup yang serba pas-pasan membuat ibu rumah tangga ini makin stress ketika menghadapi kenyataan bahwa harga sembako naik terus. Minyak tanah melonjak. Minyak goreng melambung. Sayur mayur hingga tahu/tempe pun membumbung. Sementara upah hasil kerja suaminya yang kuli batu, (untuk ukuran hidup sekarang ini) sangat tidak cukup. Apalagi terkadang nganggur. &lt;br /&gt;Yuli hanya bisa meneteskan air mata sewaktu diprotes anaknya; setiap hari koq makan supermi rebus. Itu pun hasil ngutang di toko sebelah rumah. Fakta inilah yang membuat Yuli semakin tertekan. Dia begitu mencintai dan menyayangi mereka. Dia tak tega melihat anaknya kelaparan. Lalu dia bunuh keduanya, kemudian dia bunuh diri. Itulah motif kuat menjadi pilihan Yuli, ketimbang melihat anaknya kelaparan, lebih baik mati bersama.&lt;br /&gt;Sekarang, Kamis (25/9) pagi, tragedi serupa juga terjadi di Surabaya, tepatnya di Ngagel Jaya No. 82. Januar Stevanus (36), distributor roti terkenal, membunuh istrinya Ny. Seniwati, serta kedua anak kandungnya Yunatan Yansen Sutarto (5) dan Kristeven Kevin Sutarto (3).&lt;br /&gt;Modusnya cukup sadis, dia gorok istri dan kedua anaknya, lalu bunuh diri.&lt;br /&gt;Motif pasti kasus ini masih dalam penyelidikan jajaran Polres Surabaya Timur. Namun berbagai sumber menyebut bahwa Yanuar terbelenggu perkara ekonomi. Ada yang menyatakan tertipu, dikerjai teman bisnis, sehingga takut jatuh miskin. Ada pula yang menyebut Yanuar main valas, sehingga hartanya ludes.&lt;br /&gt;Apapun motifnya, kita merasa sangat prihatin. Kenapa Yanuar sampai memilih jalan pintas, sekaligus mengajak serta istri dan anaknya yang belum mengerti apa-apa. &lt;br /&gt;Kalau melihat tingkat eknomi Yanuar yang cukup mapan, bisa jadi dia terjerat kasus lain. Dan, motif yang kuat untuk tragedi semacam ini umumnya menyangkut masalah cinta, atau perselingkuhan. Kita tunggu saja hasil penyelidikan polisi. (tulisan ini untuk sokip)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-2650875743902012905?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/2650875743902012905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=2650875743902012905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/2650875743902012905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/2650875743902012905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/09/jagal-ngagel-jaya.html' title='Jagal Ngagel Jaya'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SUPTZiJucNI/AAAAAAAAAFU/S-_-IqRaLu8/s72-c/cak+bond.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-7868393137315283155</id><published>2008-09-23T07:47:00.000-07:00</published><updated>2008-09-23T08:16:54.094-07:00</updated><title type='text'>PR Kapolri Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SNkGAym9Q_I/AAAAAAAAAD8/4Zu6wwcce00/s1600-h/cak+bond.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SNkGAym9Q_I/AAAAAAAAAD8/4Zu6wwcce00/s200/cak+bond.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249233451331961842" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Bondet Hardjto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hampir dapat dipastikan Jenderal Polisi bintang tiga Bambang Hendarso Danuri akan diangkat menjadi Kapolri, menggantikan Jenderal Pol Sutanto yang memasuki masa pensiun 30 September 2008 nanti. Saat uji kepatuhan, seluruh fraksi di Komisi III DPR RI secara aklamasi menyatakan setuju. Namun ada beberapa catatan, diantaranya; polisi harus lebih mengedepankan wajah humanis dan melaksanakan komitmen untuk mereformasi Polri secara kultural.&lt;br /&gt; Di tempat lain, Sutanto berpesan agar Bambang Hendarso Danuri tetap melaksanakan kebijakan lama, yaitu anti judi, anti illegal loging dan anti korupsi.&lt;br /&gt; Sudah bukan rahasia umum, selama menjabat Kapolri, Sutanto banyak mengambil kebijakan populis. Secara internal, mampu merubah serta memperbaiki  citra Polri, banyak petinggi korup diapenjarakan. Sutanto juga sangat eksis dalam penegakkan hukum, memberi pengayoman masyarakat dari gangguan kamtibmas.&lt;br /&gt;Masih terngiang di telinga kita, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengkritisi kinerja pemerintahan SBY (2006-2007). Dan, hampir seluruh menteri dianggap gagal, kecuali Kapolri Sutanto. Kapolri dianggap berhasil serta memiliki komitmen kuat untuk membangun citra korp.&lt;br /&gt;Memang, Sutanto banyak menyeret para petinggi Polri, sejumlah jenderal, perwira tinggi dan perwira menengah yang terlibat KKN serta suap. Ini merupakan contoh nyata bahwa Sutanto ingin membawa Polri ke arah profesional. Motto Polri sebagai pengayom, pelindung masyarakat dari gangguan kamtibmas, memang selayaknya segera diwujudkan. Spanduk “tekatku pengabdian terbaik” juga semestinya harus secepatnya direalisasi.&lt;br /&gt;Ke depan, polisi sudah bukan menjadi momok lagi bagi masyarakat. Tapi mitra, sejalan dalam rangka mengubur setiap gangguan ketertiban dan keamanan yang timbul di masyarakat. Berprilaku sopan, santun, sambil tersenyum setiap melayani pencari keadilan. Maka, betapa tenteramnya kehidupan di masyarakat. Tidak seperti sekarang ini, masyarakat masih ketakutan berurusan dengan polisi?&lt;br /&gt;Untuk aparat di bawah, jangan sampai berperan menjadi sapi perahan atasan, yang selalu menjawab “Siap” setiap kali menerima perintah. Dan, menjawab “Siap salah,” setiap kali tidak mampu melaksanakan perintah pimpinan secara maksimal.&lt;br /&gt;Contoh ringan, kehidupan sehari-hari para anggota, yang untuk setiap mobil patroli baik itu di Polsekta maupun  Polresta, hanya mendapat jatah bensin 5 liter untuk 24 jam. Apa cukup untuk patroli ke wilayah hukum mereka? Ini, barangkali, menjadi salah satu penyebab anggota terpaksa mencari di lapangan?&lt;br /&gt;Jatah makan untuk tahanan, meski ada anggaran, tapi fakta yang terungkap di beberapa Polsekta/Polresta, sepenuhnya dibebankan pada Kanit Reskrim atau Kasat Reskrim. Padahal, memberi makan tahanan ukuran layak, sehari 3 kali, tergolong berat. Belum lagi pemberkasan perkara, memanggil saksi, pasti membutuhkan beaya. Masih ada lagi, setiap anggota yang membawa buku tilang, semacam diwajibkan ‘setor’. Sehingga, harus ada yang ditilang. Belum lagi perkara-perkara atensi atasan harus ada penangkapan. Mungkin masih banyak lagi persoalan lain yang kita tidak tahu.&lt;br /&gt;Itulah problem di bawah. Sebuah lingkaran setan. Bagai makan buah simalakama. Dengan seabrek beban tersebut apa anggota masih mampu tersenyum bila melayani masyarakat pencari keadilan? Polisi lalu lintas apa sudah tidak mencari-cari kesalahan pelanggar? Mlototi rambu untuk menjebak pelanggar? Polantas apa bisa hanya memberi nasihat saja setiap menemukan pelanggar dengan berkata, “Anda melanggar rambu. Resikonya tinggi, karena membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Lain kali hati-hati,” kemudian dilepas? &lt;br /&gt;Masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dikerjakan Bambang Hendarso Danuri. Untuk Sutanto; Selamat Jalan Jenderal. (tulisan ini untuk sokip)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-7868393137315283155?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/7868393137315283155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=7868393137315283155' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/7868393137315283155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/7868393137315283155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/09/pr-kapolri-baru.html' title='PR Kapolri Baru'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SNkGAym9Q_I/AAAAAAAAAD8/4Zu6wwcce00/s72-c/cak+bond.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-5051827530435468877</id><published>2008-09-21T08:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-23T08:44:17.337-07:00</updated><title type='text'>Caleg Persebaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SNkNGico1qI/AAAAAAAAAEE/JcLcemBfEhg/s1600-h/skp04142.oke.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SNkNGico1qI/AAAAAAAAAEE/JcLcemBfEhg/s200/skp04142.oke.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249241246654322338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Oleh : Sokip, SH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Benar-benar memprihatinkan! Di saat tim yang ditanganinya dirundung masalah keuangan, malah salah satu pengurusnya sibuk kampanye. Inilah yang terjadi di Tim Bajul Ijo, kebanggaan warga Kota Surabaya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagaimana tidak, disaat para pemain menunggu kepastian bonus THR (Tunjangan Hari Raya) dan gelontoran gaji yang setiap bulannya sekitar Rp 600 juta, sang manajernya, Indah Kurnia, malah melakukan aktifitas ‘kampanye’ yang dibungkus dengan bagi-bagi takjil. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;“Acara ini tak ada kaitannya dengan pencalegan kami. Lha kalau ini dilihat orang sebagai kampanye untuk promosi, ya terserah. Yang jelas, kami sudah ngetop kok,” ujarnya enteng saat dikonfirmasi wartawan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Walau si Srikandi ini mengelak tuduhan tersebut dan mengaku kalau kegiatan tersebut sebagai cara komunikasi antara pemain dengan pecinta bola, akan tetapi, bagi ‘orang politik’ pasti akan tahu kalau apa yang dilakukan mantan manajer sebuah bank ini telah melakukan kampanye. Apalagi, Indah sebagai calon legislative (caleg) sebuah partai untuk DPR RI di Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim I, Surabaya-Sidoarjo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tidak hanya aksi bagi-bagi takjil di Bulan Suci ini. Sejak beberapa pekan ini, masyarakat Surabaya juga disuguhi gambar Indah, dengan mendompleng Persebaya. Di beberapa sudut jalan protokol, nampak gambar Indah dengan kostum olahraga, khas Persebaya, dengan latar belakang para pemainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Selain itu juga ditampilkan beberapa prestasi Indah Kurnia yang tak ada sangkut pautnya dengan Persebaya, seperti direbutnya rekor MURI karena kelihaiannya melantunkan banyak lagu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Masyarakat Surabaya pun tidak bodoh. Kalau Indah sengaja ingin mengajak masyarakat, khususnya pecinta Persebaya untuk mendukung Tim Bajul Ijo, seharusnya ditampilkan kiat-kiat Indah untuk membuat Persebaya bisa merebut Juara Umum Liga Utama musim ini. Akan tetapi, semua itu tidak dilakukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tak salah kalau akhirnya sebagian donator apatis dan enggan menyetorkan dana untuk menggaji pemain, walau sebelumnya telah berjanji memberi bantuan. Ini pun sebenarnya sudah dirasakan jajaran manajemen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Yang patut dipertanyakan, dengan ‘kampanye reklame’ yang dilakukan Indah Kurnia di beberapa sudut kota, yang diperkirakan mengeluarkan dana ratusan juta, dari mana uang untuk membayarnya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Rasanya sangat mustahil kalau Indah Kurnia mendapatkan gratis. Kalaupun ada pihak-pihak yang berani memberi fasilitas gratis reklame untuk mejeng Indah Kurnia, bukan tidak mungkin ada sesuatu di balik semua itu. Rasanya tidak mungkin memberi gratis tanpa ada embel-embel di kemudian hari. Inilah yang patut menjadi perhatian semua pihak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Di saat tim sedang dirundung masalah keuangan, yang lebih utama adalah jajaran manajemen Persebaya mencari kiat-kiat khusus yang diharapkan bisa membuat simpati para dermawan untuk menyisihkan uangnya guna melanjutkan denyut nadi Persebaya, yang saat ini sedang sengal-sengal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Masyarakat justru akan semakin simpatik jika pengurus Persebaya berbuat sesuatu untuk tim, tanpa adanya embel-embel politik. Apalagi, sejak terpuruknya Persebaya musim lalu, masyarakat Surabaya memimpikan kejayaan tim yang bermarkas di Karanggayam itu untuk kembali jaya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kalau semua itu benar-benar dilakukan pengurus dan harapan masyarakat pecinta sepakbola bisa diujudkan, bukanlah tidak mungkin Indah akan mendapat tempat di hati masyartakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tentunya, kalau sampai tahun ini Persebaya berhasil merebut tropi juara yang lepas pada 2006 lalu, sangat mudah bagi Indah Kurnia untuk mendulang suara para pecinta Persebaya, dan ini menjadi jalan mulus baginya untuk duduk di kursi empuk Senayan.(juga termuat di Memo edisi 22 September 2008)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-5051827530435468877?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/5051827530435468877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=5051827530435468877' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/5051827530435468877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/5051827530435468877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/09/caleg-persebaya.html' title='Caleg Persebaya'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SNkNGico1qI/AAAAAAAAAEE/JcLcemBfEhg/s72-c/skp04142.oke.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-3443824839588246694</id><published>2008-09-18T08:41:00.001-07:00</published><updated>2008-09-23T08:25:27.900-07:00</updated><title type='text'>Kejahatan Jelang Lebaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SNJ6s6ZnBlI/AAAAAAAAACM/zgkgC5I7_xI/s1600-h/sokip1+copy..JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SNJ6s6ZnBlI/AAAAAAAAACM/zgkgC5I7_xI/s200/sokip1+copy..JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247391427849553490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;oleh : Sokip, SH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berkuajiban mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati. Dalam situasi ekonomi terpuruk seperti sekarang ini, ditambah harga kebutuhan pokok terus melonjak, apalagi menjelang lebaran, sudah pasti tuntutan kebutuhan juga meningkat. Maka, dalam situasi serta kondisi seperti ini bisa saja memicu kejahatan modus baru. Karena siapapun, dalam kondisi terjepit, butuh makan, akan cenderung berbuat nekat.&lt;br /&gt;Tentu, setiap orang wajib mengantisipasi, melakukan upaya pencegahan secara dini dengan lebih waspada, menahan diri agar tidak mengenakan perhiasan berlebih, atau mencolok yang bisa memancing orang lain untuk berbuat kriminal. Jangan beri kesempatan orang lain untuk berbuat jahat.&lt;br /&gt;Dua minggu belakangan ini, sebagaimana diberikan media masa baik cetak maupun elektronik, bahwa; tren kejahatan meningkat tajam. Di banyak terminal bermunculan pencopet, penipu. Pelaku wajah baru. Tak hanya di kota besar, di sejumlah kota pinggiran banyak perampokan, penjambretan. Pencurian di malam hari juga kambuh di beberapa perumahan.&lt;br /&gt;Kejahatan terus berkembang mengikuti kemajuan jaman. Penipuan via SMS memaksa kita untuk ekstra hati-hati agar tidak menjadi korban. Gendam di angkutan kota. Gara-gara butuh susu untuk anaknya, seorang bapak rela mencuri. Demi nebus obat untuk orangtuanya yang sakit, seorang anak rela mencuri HP. Dan, banyak lagi kejahatan yang motifnya untuk pemenuhan kebutuhan perut, membikin kita mengelus dada.&lt;br /&gt;Fakta tersebut (barangkali) merupakan salah satu resiko dampak kesulitan ekonomi rakyat. Lihat saja, wong cilik pada kebingungan menghadapi tuntutan kebutuhan.&lt;br /&gt;Memang, dalam situasi dan kondisi yang serba sulit, sangat memungkinkan, menumbuhkan kecenderungan untuk berprilaku menyimpang. Melanggar aturan (hukum). Banyak orang semakin nekat, lebih memilih jalan pintas untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;Lihat saja di pasar, terminal, para sopir angkutan, warung kopi, wong cilik pada mengeluh kesulitan makan. Penjual keliling tak mampu mengejar omset. Balik modal saja sudah bagus. Tukang becak banyak nganggur, jarang narik, karena penumpang lebih memilih jalan kaki ketimbang kehilangan uang Rp 5.000. Kantor Pegadaian justru penuh sesak oleh warga yang antri menggadaikan barangnya.&lt;br /&gt;Kenyataan ini bila tidak segera ada solusi, pemecahan, maka bisa memicu kerawanan sosial.&lt;br /&gt;Sebenarnya, timbulnya kejahatan itu karena adanya kesempatan. Tapi  bila seseorang nekat mencuri karena untuk makan, jenis ini yang sulit diantisipasi. Karena mereka melakukan kejahatan lantaran terdesak kebutuhan hidup. (***)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-3443824839588246694?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/3443824839588246694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=3443824839588246694' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/3443824839588246694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/3443824839588246694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/09/kejahatan-jelang-lebaran.html' title='Kejahatan Jelang Lebaran'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SNJ6s6ZnBlI/AAAAAAAAACM/zgkgC5I7_xI/s72-c/sokip1+copy..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-3018067455076250205</id><published>2008-09-18T08:41:00.000-07:00</published><updated>2008-09-23T08:20:15.327-07:00</updated><title type='text'>Kota Santri dan Hotel Mesum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SNJ4Br8k6wI/AAAAAAAAAB8/x6X6vsCvyko/s1600-h/sokip..JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SNJ4Br8k6wI/AAAAAAAAAB8/x6X6vsCvyko/s200/sokip..JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5247388486212053762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh : Sokip, SH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jombang, memang identik dengan Kota Santri. Selain budaya islami sudah melekat di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jombang, ratusan Pondok Pesantren (Ponpes) juga menyebar di kabupaten yang berpenduduk 1 juta 150 ribu jiwa itu. Apalagi, banyak tokoh nasional berbasis Islam juga dilahirkan di Jombang.&lt;br /&gt;Gus Dur adalah salah satu tokoh nasional yang berasal dari Jombang. Selain mantan Presiden RI ini juga masih banyak tokoh lainnya, seperti budayawan Ainunnajib.&lt;br /&gt;Sayangnya, nama harum Jombang yang telah ditorehkan beberapa tokok nasional tersebut di Bulan Suci ini sedikit tercoreng. Bagaimana tidak, disaat msayarakat muslim sedang menjalankan Ibadah Pusara Ramadan, ternyata masih ada segelintir orang yang mengotorinya.&lt;br /&gt;Semua ini dibuktikan dengan diamankannya 7 orang pasang yang diduga sedang berbuat mesum di hotel. Mereka pun harus berurusan dengan petugas Polres Jombang untuk menjalani pemeriksaan. Pasangan itu diduga sedang melakukan perbuatan asusila, karena ditemukan KTP yang berbeda.&lt;br /&gt;Bisa jadi, akibat ulah segelintir orang yang ditangkap polisi itu bisa saja mencoreng budaya masyarakat Jombang yang santri dan menjunjung tinggi norma agama. Untuk itulah, polisi harus bertindak tegas. Pasalnya, mereka tidak hanya telah melanggar norma hokum, tetapi juga telah mencederai norma agama serta budaya masyarakat Jombang.&lt;br /&gt;Tidak cukup hanya pelaku mesum yang seharusnya mendapatkan sanksi. Rasanya tidak mungkin terjadi kalau saja pihak hotel yang disewa tidak memberikan kelonggaran. Karena itulah, pengelola hotel juga sepantasnya mendapat sanksi. Minimal sanksi administrasi dan pemda setempat.&lt;br /&gt;Bisa jadi, akibat kelonggaran dari pemerintah setempat, banyak hotel-hotel di Jombang yang mokong. Tanpa menyeleksi tamunya yang akan menginap, mereka meloloskan pasangan mesum menyewa kamar.&lt;br /&gt;Seperti di hotel yang ditemukan ada penghuni yang diduga sedang kencan, diantaranya Hotel Indah. Di hotel ini, polisi memeriksa sebuah kamar yang dihuni oknum tentara bernama Prada SM bersama seorang perempuan. SM mengaku kalau perempuan yang bersama dirinya adalah adik kandungnya.&lt;br /&gt;Di hotel yang sama, polisi mendapati dua orang berlainan jenis berusia 40 tahun, yang tak bisa menunjukkan surat nikah. Di Hotel Netral, polisi menemukan tiga pasangan yang diduga berselingkuh. Di hotel Borobudur, polisi mengamankan sepasang muda-mudi berusia 20 tahun di dalam kamar.&lt;br /&gt;Tiga buah hotel masing-masing Hotel Kartika Indah, Hotel Sentral dan Hotel Suimber Rejeki juga diperiksa polisi. Namun di ketiga hotel ini, polisi tiak menemukan hasil apapun. Ketujuh pasangan bukan muhrim yang terkena razia langsung dibawa menuju Polres Jombang untuk dilakukan pendataan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-3018067455076250205?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/3018067455076250205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=3018067455076250205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/3018067455076250205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/3018067455076250205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/09/kota-santri-dan-hotel-mesum.html' title='Kota Santri dan Hotel Mesum'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SNJ4Br8k6wI/AAAAAAAAAB8/x6X6vsCvyko/s72-c/sokip..JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-3841955471739919974</id><published>2008-09-08T09:23:00.001-07:00</published><updated>2008-09-23T08:27:24.269-07:00</updated><title type='text'>Caleg Bermoral</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SMVTqrn_7JI/AAAAAAAAABc/0W_LwUaqoyc/s1600-h/foto+baru.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SMVTqrn_7JI/AAAAAAAAABc/0W_LwUaqoyc/s200/foto+baru.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243689333872913554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Sokip, SH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sangat layak merasa prihatin mendengar bekas orang hukuman (terpidana) masuk bursa DCS (daftar calon sementara), diusulkan partai untuk duduk di kursi DPR RI.&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui, hampir seluruh media baik cetak maupun elektronik memberitakan penyerahan daftar nama calon sementara anggota DPR RI dari partai politik (parpol) ke KPU (komisi pemilihan umum).&lt;br /&gt;Siapa saja mereka yang layak menjadi wakil rakyat di gedung megah Senayan? Informasinya; selain masih didominasi tokoh lama, muncul golongan muda dari kalangan artis yang kepintarannya banyak diragukan praktisi. Dan yang paling menyedihkan, terdapat narapidana, yaitu ratu ekstasi si cantik Zarima. Padahal untuk menjadi satpam pabrik saja, harus disertai surat bersih diri. Artinya, tak pernah tersangkut perkara pidana.&lt;br /&gt;Sudah bukan rahasia umum bahwa belakangan ini citra DPR/D terpuruk. Benar-benar buruk. Tidak dipercaya rakyat. Disana/sini bau busuk. Borok semakin  terkuak lebar.&lt;br /&gt;Lihat saja sejumlah tokoh terkenal masuk penjara karena terlibat suap. Misalnya; Al Amin Nasution, yang terima suap alih fungsi hutan lindung di Kepulauan Bintan. Sang istri, pedangdut Kristina, pun mengajukan gugatan cerai, karena Al Amin tak hanya terlibat suap, namun juga terjerat asmara dengan wanita lain.&lt;br /&gt;Masih terngiang di telinga kita; 52 anggota Komisi IX DPR RI yang terima aliran dana BI sebesar Rp 100 miliar. Dan, sejumlah lagi anggota DPR yang dicurigai korupsi serta melakukan pelanggaran moral.&lt;br /&gt;Dari berbagai daerah juga muncul kriminalisasi yang melibatkan anggota DPRD. Contoh kecilnya; seluruh anggota DPRD Sidoarjo periode 1999/2004 yang mark up anggaran. Semua sudah divonis penjara, tinggal beberapa yang menunggu masuk lembaga pemasyarakatan, lantaran putusan kasasi dari Mahkamah Agung RI telah turun. Juga anggota DPRD Kota Surabaya yang terlilit suap untuk memuluskan APBD dan proyek pemkot. Dari 45 onggota dewan, 3 diantaranya dari PKS menolak suap.&lt;br /&gt;Melihat fakta menyedihkan tersebut, maka, ke depan, citra DPR/D harus dibangun lagi. Kita tumbuhkan kepercayaan rakyat dengan perbuatan. Jangan hanya memberi janji melulu. Dimana (selama ini) anggota dewan distempel masyarakat hanya duduk, diam, dan terima amplop.&lt;br /&gt;Ke depan, bagaimana memberdayakan anggota DPR/D secara maksimal untuk kepentingan rakyat. Mereka harus benar-benar menjadi wakil rakyat yang baik. Yang mempunyai hati nurani. Yang mengerti nasib rakyat. Yang tahu diri. Yang punya malu. Yang berani memperjuangkan kepentingan wong cilik. Jangan hanya menggerogoti fasilitas yang diberikan negara. Tapi kerjanya nol besar.&lt;br /&gt;Maka, KPU harus lebih transparan. Mengumumkan nama calon sementara, kemudian melakukan investigasi ke lapangan. Mencari masukan dari masyarakat.&lt;br /&gt;Standar terpenting anggota DPR/D ke depan bukan sekedar pandai, tapi sudah kaya, agar tak mudah tergiur uang negara. Dan, yang paling penting adalah akhlak serta moralnya baik. (***)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-3841955471739919974?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/3841955471739919974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=3841955471739919974' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/3841955471739919974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/3841955471739919974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/09/caleg-dengan-suara-terbanyak.html' title='Caleg Bermoral'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_omRrQVx7z_Y/SMVTqrn_7JI/AAAAAAAAABc/0W_LwUaqoyc/s72-c/foto+baru.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6750863365430852099.post-61215043421602059</id><published>2008-09-07T09:00:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T09:22:27.815-07:00</updated><title type='text'>Caleg  Beken</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dari laporan &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/04/10360367/caleg.hanura.bertabur.orang.beken." target="_blank"&gt;kompas.com (04/08/08),&lt;/a&gt; Hanura merilis caleg partai mereka yang didominasi nama-nama beken. Sebut saja &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/21/06092544/as.hikam.saya.lebih.bagus.dari.adjie.massaid." target="_blank"&gt;AS Hikam&lt;/a&gt;, mantan Menneg Ristek era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid, yang akan maju sebagai caleg untuk Provinsi Jawa Timur. Pengacara kondang yang dikenal dekat dengan keluarga Cendana, &lt;a href="http://www.kapanlagi.com/h/0000245167.html" target="_blank"&gt;Elsa Syarief&lt;/a&gt;, akan mengadu nasib menjadi calon wakil rakyat untuk Provinsi Lampung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nama lainnya adalah mantan Gubernur PTIK &lt;a href="http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2005/8/10/n2.htm" target="_blank"&gt;Faroek Muhammad&lt;/a&gt; serta Wakil Gubernur NTB TB Rayes. Istri Ketua Umum Hanura Uga Wiranto untuk Provinsi Gorontalo, kemudian artis Gusti Randa yang akan mencoba peruntungan sebagai wakil rakyat untuk Provinsi Sumatera Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Konglomerat pemilik Inti Fauzi, Fauzi Hamid, serta artis Anwar Fuadi sebagai calon wakil rakyat Provinsi Sumatera Selatan. Mantan Sekda Rajab Sumandawai untuk Provinsi Sumatera Utara. Mantan kader Golkar yang sempat hijrah ke PAN, kini salah seorang petinggi Hanura, Fuad Bawazier, caleg untuk Provinsi Banten.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; juga mantan Gubernur Kalimantan Tengah JH Nihin yang sedianya akan ikut serta meramaikan bursa calon wakil rakyat. Artis lawas Mutiara Sani juga ikut dicalonkan. Kemudian, ada purnawirawan TNI Jendral Suaidy Marassabesy untuk Provinsi Maluku, mantan Kapuspenkum Kejaksaan Agung Suhandoyo yang sedianya akan mencoba peruntungan sebagai calon wakil rakyat untuk Provinsi Pekanbaru, Riau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sementara itu, Ketua DPR &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/08/21424332/agung.laksono.jangan.pilih.caleg.koruptor" target="_blank"&gt;Agung Laksono&lt;/a&gt; minta masyarakat bersikap kritis terhadap daftar calon legislatif yang akan segera diumumkan Komisi Pemilihan umum (KPU). Jangan sampai calon legislatif tersebut termasuk kategori tidak bermoral, koruptor dan tidak mendengar aspirasi rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6750863365430852099-61215043421602059?l=sokiphanura.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sokiphanura.blogspot.com/feeds/61215043421602059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6750863365430852099&amp;postID=61215043421602059' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/61215043421602059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6750863365430852099/posts/default/61215043421602059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sokiphanura.blogspot.com/2008/09/caleg-bermoral.html' title='Caleg  Beken'/><author><name>Sokip, SH</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13508452164470134408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
